Jember Kota Pandhalungan

Napak Tilas Perjuangan Pahlawan Nasional KHR As’ad Berlangsung Dua Hari

Napak Tilas perjuangan Pahlawan Nasional KHR. As’ad Syamsul Arifin yang juga sekaligus pelopor mengusir penjajah Jepang di Garahan, bakal berlangsung selama 2 hari dimulai hari ini, Senin,14 November 2016 hingga besok Selasa tanggal 15 November 2016. Untuk hari ini tadi dimulai dari PP. Roudhotul Ulum Sumber Wringin, dan dihadiri sejumlah tokoh ulama, tokoh masyarakat, dan Wakil Gubernur Jatim, HM. Syaifullah Yusuf atau biasa akrab disapa Gus Ipul, Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, Wakil Bupati Bondowoso, KH. Salwa Arifien, dan perwakilan dari Kemensos RI, Drs. Hotman, M.Si., Direktur Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial Kementerian Sosial.

Agenda napak tilas selanjutnya besok bakal berakhir di Halaman Masjid Al Kautsar, Pasar Alas Garahan, Silo, Jember. Menurut Wakil Bupati Jember, KHR. As’ad merupakan sosok kebanggaan NKRI, jadi bukan hanya kebanggaan umat islam saja. “Beliau tokoh atau pahlawan nasional yang menjadi kebangaan semua warga negara Indonesia, beliau kyai yang memilih tidak populer dan terjun langsung memimpin pergerakan melawan penjajah, tidak hanya berpangku tangan di belakan meja,” tuturnya.

Sementara itu Gus Ipul yang antusias menyemangati para santri dan peserta napak tilas menegaskan tanda cinta KHR. As’ad kepada Allah SWT dan bangsa ini sudah jelas tanpa diragukan lagi. “Kita kumpul disini untuk membuktikan cinta kita semua kepada KHR As’ad karena beliau mencintai Allah, Rosul, santri-santrinya, NKRI dengan sungguh mendalam,” jelasnya. Sehingga dengan kecintaan beliau seperti itu, beliau bisa melawan penjajah yang diluar akal sehat manusia biasa. Kecintaan yang mendalam membuat beliau kuat dan mempunyai kekuatan lebih, sehingga mampu memgalahkan penjajah. Meski penjajah menggunakan senjata modern, sementara kyai hanya menggunakan alat tradisional.

Gus Ipul menegaskan makna napak tilas ini bukan hanya sekedar mengenang jasa Kyai As’ad saja, namun mentauladani semangat juang dan kesederhanaannya yang mampu serta mau berbaur dengan masyarakat, berdiri didepan melawan penjajah hingga tangan kotor dan berdarah-darah.

Artinya kyai As’ad tidak hanya duduk dibelakang meja saja, namun juga langsung bertindak dan berjuang didepan.
Dengan predikat yang disampaikan kepada Kyai As’ad sebagai pahlawan nasional, maka sekarang dan yang akan datang bisa bercerita dengan anak cucu tentang jasa dan perjuangannya. “Makamnya sudah jelas, kita tinggal mendoakan dan berziarah, sertifikatnya juga sudah jelas kalau beliau pahlawan nasional, jadi tidak ada kesulitan lagi untuk bercerita tentang jasa beliau terhadap bangsa ini,” imbuhnya.

Gus Ipul juga menegaskan bahwa keluarga KHR As’ad tidak membutuhkan gelar pahlawan nasional, yang membutuhkan itu adalah semua warga dan generasi penerus bangsa nantinya. Supaya bisa mengetahui sejarah dengan benar. “Sehingga kita ucapkan terimakasih kepada semua pihakyang sudah berjuang melakukan proses hingga memperoleh gelar pahlawan nasional ini, juga kepada Kemensos yang sudah memprosesnya, disampaikan terimakasih dan apresiasi yang besar,” tegas Gus Ipul. (*)

No Response

Leave a reply "Napak Tilas Perjuangan Pahlawan Nasional KHR As’ad Berlangsung Dua Hari"