Niatkan Puasa untuk Mengasah Hati Kembali ke Fitrah Kemanusiaan

Wakil Bupati Jember Drs. KH Abdul; Muqit Arief berpesan agar berpuasa di bulan Ramadhan diikuti dengan niat untuk mengasah hati untuk menjadi lebih bertakwa.

“Ibadah puasa diniatkan untuk mengasah hati, untuk kembali kepada fitrah kemanusiaan kita,” jelas Wabup saat menghadiri tahlil warga Lingkungan Condro, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates, Jum’at (8/6/2018).

Banyak orang berpuasa untuk mencari pahala. Menurut Wabup, hal ini bukan masalah. Tetapi menjadi lebih baik puasa dengan niat untuk mengasah jia dan hati.

Selain itu, Wabup menjelaskan nikmat yang dirasakan oleh orang yang berpuasa di bulan Ramadhan. Kenikmatan itu dirasakan ketika buka puasa dan ketika datangnya Idul Fitri.

Saat berbuka puasa, apapun menu yang dinikmati sangat beda sekali dengan menu yang dinikmati setiap hari di luar bulan puasa.

“Ini hanya bisa dirasakan oleh orang yang melaksanakan ibadah di bulan puasa,” tutur pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Silo ini.

Begitu pula ketika Idul Fitri. Meskipun tidak sempat ganti baju baru, bagi orang yang beribadah puasa di bulan Ramadhan menyambut Idul Fitri sangat bahagia.

Sebaliknya, bagi orang yang tidak berpuasa di bulan Ramdhan, meskipun pakaiannya lengkap dan baru, tidak merasakan kebahagiaan seperti yang dirasakan oleh orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.

Lebih jauh dijelaskan, ibadah puasa tidak berdiri sendiri. Indikator berhasilnya setelah puasa satu bulan penuh. Setelah puasa sebulan penuh, akhlak semakin baik. Akhlak yang semakin baik ini menjadi salah satu ukuran keberhasilan ibadah puasa di bulan Rramadhan.

“Ada yang mengatakan, semakin bertambah usia semakin baik akhlak dengan Allah dan semakin baik akhlak terhadap sesama. Saya sangat yakin orang yang bertakwa itu pasti produktif. Orang yang bertakwa pasti punya kasih sayang kepada oran lain,” jelas Wabup. (*f2)

No Response

Leave a reply "Niatkan Puasa untuk Mengasah Hati Kembali ke Fitrah Kemanusiaan"