Jember Kota Pandhalungan

OPTIMIS LAMPAUI TARGET PRODUKSI

441 views

Jember Kita. Sektor pertanian masih menjadi salah satu sektor unggulan Kabupaten Jember. Hamparan lahan luas dan memiliki unsur hara yang tinggi membuat berbagai tanaman tumbuh subur di wilayah ini. Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jember, sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab pada dunia pertanian terus melakukan berbagai upaya untuk menggenjot produksi, khususnya tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai.

Berdasarkan ramalan produksi padi, jagung, dan kedelai untuk periode Januari sampai dengan Desember 2013, memperlihatkan data produksi yang cukup baik. Padi dengan luasan panen 166.418 Ha, mencapai produksi sebesar 949.327 ton. Sedangkan untuk jagung dengan luas panen 48.194 Ha, produksi diperkirakan akan mencapai 310.505 ton.  Kedelai sendiri dengan luasan panen 10.061 diprediksi akan berproduksi 16.140 ton.

Kabid Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Jember, Abdul Halim, menuturkan produksi ketiga tanaman pangan tersebut cukup baik meskipun akan sedikit penurunan yang disebabkan beberapa faktor.

“Pada angka ramalan 2013, produksi tanaman pangan khususnya padi mengalami penurunan karena disebabkan beberapa faktor seperti anomali cuaca yang mempengaruhi pembungaan, serta serangan hama tikus dan penyakit Xantomonas” jelasnya.

Meskipun produksi tanaman pangan turun, Abdul Halim meyakinkan bahwa penurunan ini masih dalam angka yang wajar. Disperta sudah menyiapkan jurus ampuh untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang sawah warga. Gerakan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dilakukan secara serentak oleh kelompok tani di masing-masing kecamatan, dibawah arahan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

Saat ini Disperta sedang melakukan uji coba pengembangan burung hantu di beberapa kecamatan yang memang terkena serangan hama tikus, diantaranya Kecamatan Sumberbaru, Gumukmas, Puger, Ambulu, dan Jombang. Burung hantu dikenal sebagai musuh alami tikus sehingga pengembangannya diharapkan mampu mengurangi serangan hama pengerat ini dengan tetap mempertahankan kondisi alami lingkungan. Disperta menyediakan pula stok pestisida sehingga bisa membantu petani yang lahannya mengalami serangan penyakit Xantomonas.

       PPL di lapangan tidak henti-hentinya memberikan bimbingan teknis budidaya tanaman sehingga produksi tanaman pangan bisa melampaui target yang diharapkan. Program peningkatan produksi padi ini juga dilakukan melalui pemberian bantuan langsung berupa benih unggul kepada petani yang ada di Jember. Bukan hanya dari sisi petani saja yang dikembangkan, Disperta juga bekerjasama dengan pihak-pihak yang dapat membantu meningkatkan produksi pertanian, diantaranya lembaga penelitian, universitas negeri dan swasta, Badan Pengkajian Teknologi Pertanian, dan lain-lain.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jember, Hari Wijayadi mengemukakan bahwa harus ada kreativitas untuk meningkatkan produksi tanaman. Selama ini, kesulitan yang terjadi terletak pada terbatasnya sumber-sumber inovasi. Inovasi selalu menunggu peneliti yang diteruskan oleh PPL. Padahal peneliti dari luar kurang cepat dalam memberikan informasi. Ia menambahkan, tugas penyuluh hanya mengarahkan dan mendorong agar produksi semakin meningkat. Sementara pelakunya adalah petani, karena petani tentu lebih pandai dalam mengelola lahan pertanian berdasar pengalaman.

“Peneliti terbaik sebenarnya adalah petani sendiri, karena mereka mampu mengetahui kondisi lahan pertanian dengan mempelajari dari alam pada aktivitas sehari-hari. Jadi lebih baik jika inovasi datang dari mereka,” tukasnya. (Anik)

No Response

Comments are closed.