Jember Kota Pandhalungan

Optimis Penurunan Angka Kemiskinan Lebih Cepat

Kondisi perekonomian daerah banyak dipengaruhi kondisi perekonomian global, nasional, dan regional, maupun berbagai kebijakan yang dapat berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan stabilitas, seperti kenaikan harga BBM.

“Begitu juga dengan tingkat kemiskinan,” ujar Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR., dalam Rapat Paripurna DPRD tentang tanggapan bupati terhadap pandangan umum fraksi-fraksi di DPRD Jember, Rabu (20/7).

Dijelaskannya, pada akhir periode RPJMD tahun 2021 ditargetkan turun sebesar 1,28 persen menjadi 10 persen dari 11,28 persen pada tahun 2015.

Apabila dibandingkan dengan nasional dan Propinsi Jawa Timur, target penurunan tingkat kemismkinan yang dipatok pada kisaran masih di atas sebelas persen.

“Kami masih sangat optimis terhadap penurunan angka kemiskinan bisa dilakukan lebih cepat sepanjang program dan kegiatan dari pemerintah pusat, pemerintah propinsi, dan pemerintah kabupaten berjalan secara sinbergis,” tuturnya.

Bupati juga berharap penurunan angka kemiskinan bisa melibatkan peran serta dunia usaha dan masyarakat, misalnya melalui program corporate social responsbility (CSR).

Kedepan, lanjut bupati, percepatan penanggulangan kemiskinan dilakukan melalui beberapa program. Diantaranya program perlindungan sosial, peningkatan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan yang inklusif.

Guna merealisasikan hal tersebut, pemerintah telah menetapkan instrumen penanggulangan kemiskinan yang dibagi berdasarkan empat klaster. Pertama, program bantuan sosial terpadu berbasis keluarga, meliputi program keluarga harapan, program raskin, kelompok usaha bersama, bantuan khusus siswa miskin, dan jaminan kesehatan masyarakat.

Kedua, program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat. Program ini meliputi program keterampilan terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial, program pemberdayaan petani, nelayan, dan masyarakat pesisir, dan program – program pembangunan lain yang bertujuan meninkatkan kapasitas masyarakat melalui pemberdayaan.

Ketiga, penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan kecil. Program ini meliputi pengembangan iklim usaha kecil menengah yang kondusif, pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif usaha kecil dan menengah, program pengembangan sistem pendukung usaha bagi usaha kecil menengah, program pengembangan industri kecil menengah, pengembangan sentra-sentra industri potensial, dan program pembinaan industri dan perdagangan tembakau dan rokok.

Keempat, penanggulangan kemiskinan program pro rakyat. Meliputi program pendidikan gratis, beasiswa perguruan tinggi bagi siswa berprestasi, perlindungan petani, buruh dan nelayan, program rehabilitasi hutan dan lahan, program perlindungan dan konservasi sumberdaya alam, program pengelolaan keragaman budaya, program keserasian kebijakan peningkatan kualitas anak dan perempuan.

“Sedangkan untuk tingkat pengangguran terbuka memang kami targetkan turun sebesar 0,64 persen dari 4,64 persen menjadi 4 persen pada tahun 2021. Hal ini juga atas pertimbangan pengaruh pertumbuhan ekonomi dan langkah-langkah kebijakan membuka lapangan kerja baru di Kabupaten Jember nantinya,” tutur Bupati.  (*f2, photo Izza, Mutia)

No Response

Leave a reply "Optimis Penurunan Angka Kemiskinan Lebih Cepat"