Pahlawan Jaman Sekarang Harus Sesuai Kapasitas dan Perannya

Makna pahlawan di era sekarang, tidaklah sama dengan masa perjuangan memperebutkan kemerdekaan. Jika di masa perang kemerdekaan, pahlawan lebih dimaknai sebagai insan yang turut berjuang dan merintis kemerdekaan bangsa dan negara.

Pada masa kini, sebagaimana dikatakan Bupati Jember, pahlawan harus dimaknai sesuai kapasitas dan peran serta usianya. “Pahlawan jaman now (sekarang), harusnya sesuai dengan kapasitas, usia dan perannya di masa sekarang. Pelajar pahlawan kita, adalah pelajar yang menjalani kehidupan sebagai pelajar dengan sungguh sungguh, mengambil kesempatan sebaik baiknya, mengisi masa mudanya sebaik baiknya, berperan aktif dalam pembangunan sebagai pemuda,” tutur Bupati Faida.

Demikian halnya dengan pahlawan di kalangan Ibu-ibu jaman sekarang. Mereka berhak disebut sebagai pahlawan ketika mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

“Yang terpenting, bila ibu, lakukan tugas sebagai ibu yang baik. Bila isteri, lakukan istri yang baik, karena majunya bangsa dimulai dari keluarga yang berjaya. Media jaman now, pahlawan media yang menjalankan tugasnya dbaik memberikan informasi dan edukasi. Media yang anti hoax,” ujar bupati

Sama dengan yang lain, seorang pemimpin akan dikenang dan disebut pahlawan oleh masyarakatnya, ketika mampu dan berhasil menjalankan tugas dan memberikan layanan dengan baik. “Pemimpin jaman now yang menjalankan tugasnya dengan sungguh-sungguh. Kalau tidak anti korupsi, maka mereka bukan pemimpin jaman now, kalau tidak peduli sesama, maka bukan pemimpin jaman now, kalau media tidak anti hoax maka bukan media jaman now,” tegas Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR., usai upacara Memperingati Hari Pahlawan di alun-alun Jember, Jumat (10/11/17).

Sementara untuk pelaksanaan upacara peringatan Hari Pahlawan, yang mengambil tema “Memperkokoh Persatuan Membangun Negeri”, Bupati Faida yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan sambutan Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa. Disampaikan, bahwa peringatan Hari Pahlawana, dimaksudkan untuk mengenang jasa pahlawan pendahulu, perintis kemerdekaan, pendiri Republik Indonesia, sehingga saat ini semua bisa menikmati hidup di bumi Indonesia sebagai bangsa yang merdeka bangsa yang sederajat dengan bangsa lain.

“Menjadikan kemerdekaan sebagai jembatan emas bagi terwujudnya Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, Adil, Makmur. Para Pendiri bangsa mengabarkan pesan penting kepada kita,”

Setelah kemerdekaan diraih, tahapan selanjutnya harus bersatu terlebih dahulu, untuk memasuki tahapan bernegara selanjutnya, yakni berdaulat adil dan makmur. Mensos juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus berjuang, bekerja dan berkarya. “Menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan, bagi masyarakat maupun pahlawan negeri ini,”. (Mutia, Indra GM)

No Response

Comments are closed.