Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

PANTAI SELATAN MASUK PENGEMBANGAN WISATA NASIONAL

Wisata bahari Kabupaten Jember ternyata sudah dikenal luas. Karena itu tak berlebihan bila kawasan pantai Bande Alit di Kecamatan Tempurejo masuk dalam pengembangan wisata nasional, apalagi UU Kepariwisataan Nasional No 10 Tahun 2009 mempertegas hal itu dan diperkuat oleh PP No.16 Tahun 2012.

Bande Alit dianggap layak untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata bahari, apalagi para pelancong dan wisatawan ternyata sangat menyukai obyek wisata pantai. Dari catatan kantor kementrian pariwisata, wisata bahari di Indonesia tidak pernah sepi dari wisatawan dan menjadi jujugan tujuan wisata.

Sirajjudin, ST.Par dari Kantor Pariwisata Pemkab Jember, mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemetaan (maping) untuk pengembangan obyek wisata kawasan selatan Kabupaten Jember. Menurut dia, wilayah selatan nantinya diarahkan menjadi lokasi wisata bahari.

Tidak hanya itu, Kantor Pariwisata Pemkab Jember, kata dia, juga telah menyiapkan berbagai hal seperti strategi pengembangan, arah kebijakan termasuk juga telah mendesain bentuk fisik dari kawasan bahari tersebut. “Nantinya Pemkab Jember dalam hal ini kantor pariwisata akan memberikan tampilan lebih baik terhadap kawasan bahari, tidak hanya pintu masuknya, tapi juga fasilitas lainnya, seperti akses jalan setapak maupun penunjang lain seperti galeri atau kios cindera mata dan rumah makan,” ujar Sirajjudin, saat berlangsungnya focus discus group (FDG) dengan topic bahasan prospek wisata bahari dan industri perikanan oleh bagian Humas di aula bawah Kantor Pemkab Jember.

Pengembangan wisata bahari di kawasan selatan pantai Jember ini, nantinya juga akan dilakukan penataan, agar terlihat rapi, dan indah, sehingga mampu menarik minat wisatawan untuk mengunjunginya. “Apalagi keindahan alam lokasi wisata bahari di Kabupaten Jember seperti Watu Ulo, Pantai Papuma maupun Bande Alit begitu mempesona, karena itu tak heran bila pemerintah pusat memasukannya dalam agenda pengembangan wisata nasional,” tukas Sirajjudin.

Sementara dari pengamatan Kantor Pariwisata Pemkab Jember, selama ini tidak sedikit masyarakat dari lain daerah bertandang ke Kabupaten Jember untuk menikmati wisata bahari, terutama saat hari libur. Hanya saja, mereka sebatas singgah untuk beberapa jam saja sebagai pelancong bukan wisatawan.

Sirajjudin mengakui selama ini, lebih banyak pelancong ketimbang wisatawan yang berkunjung ke kota suwar-suwir ini. Oleh karena itu, kedepan dibutuhkan peran aktif berbagai pihak, temasuk swasta, seperti biro perjalanan untuk lebih mempromosikan potensi wisata bahari tidak hanya di dalam negeri, tapi juga ke luar negeri.

“Bicara wisata bahari tidak terlepas dari lima aspek yakni produk wisata, fasilitas, akses jalan, kelembagaan ataupun institusi serta keramahan masyarakatnya. Agar wisata bahari di Kabupaten Jember ini lebih baik lagi, maka perlu didukung sumberdaya manusia (SDM) tidak hanya sekedar mampu menjalankan jukung atau perahu,” tandasnya.

Para nelayan ini menurut dia, juga harus bisa menjadi pemandu wisata yang baik. Hanya saja untuk keperluan itu, perlu ditunjang kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa asing, sehingga terjalin komunikasi dua arah antara dirinya dan wisatawan asing yang tengah menikmati wisata bahari. “Yang bersangkutan juga harus memiliki keahlian berenang, karena hal itu jelas dibutuhkan oleh seorang pemandu wisata bahari,” jelas Sirajjudin.

Ditambahkan, dalam hal kewisataan, selama ini Bali ternyata mampu memberikan kontribusi 50% pertahun dari jumlah total kunjungan wisatawan ke Indonesia. Target total kunjungan ke Indonesia, tahun 2012 lalu, sebanyak 7 juta orang untuk wisatawan mancanegara dan 225 juta orang wisatawan domestik.(win/Humas)

No Response

Comments are closed.