Jember Kota Pandhalungan

Pastikan Rekrutmen KS Bersih, Bupati Panggil dan Wawancara Sendiri

Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR., didampingi oleh Plt. Sekda dan Kepala BKD mengundang sejumlah calon kepala sekolah yang telah mengikuti ujian calon kepala sekolah, baik ditingkat SD, SMP, maupun SMA yang belum ditempatkan.

Para Kepala Sekolah (KS) tersebut menghadiri panggilan Bupati Faida di aula PB. Sudirman Pemerintah Kabupaten Jember, jalan Sudarman. Menurut Bupati, agenda pemanggilan calon kepala sekolah ini adalah menyiapkan, memantapkan calon kepala sekolah. Kepala Sekolah yang menjabat belasan tahun perlu diganti, namun calon kepala sekolah yang ada jumlahnya lebih sedikit jumlah kepala sekolah yang telah lewat masa periodesasi.

“Sekolah-sekolah yang belum diganti kepala sekolahnya ini bervariasi,ada yang akredatasi A dan B, ada yang dikota, ada yang dipelosok, target pertama tidak ada sekolah yang kosong kepala sekolahnya,” tutur Bupati Faida. Masing-masing calon KS langsung mengisi formasi KS-KS yang yang sudah melampaui masa periodesasi, dan diperioritaskan calon KS yang lama, yang belum ditempatkan.

Kriteria penempatan KS, yakni sesuai dengan kompetensi yang dimiliki masing-masing calon, dan dekat dengan tempat tinggalnya. Untuk yang SD targetnya tidak keluar dari desa kalau terpaksa tidak keluar dari wilayah kecamatan dimana calon KS tinggal. SMP targetnya tidak keluar dari kecamatan dan kalau terpaksa di kecamatan sebelah, sementara untuk calon KS setingkat SMA diupayakan dekat tempat tinggal, tetapi juga harus siap ditempatkan jauh dari tempat tinggal.

Seusai memanggil para calon KS, pagi tadi langsung dilakukan wawancara untuk masing-masing calon KS. Wawancara calon KS setingkat SD, langsung dilakukan oleh Wabup dan Plt. Sekda, sedangkan untuk calon KS setingkat SMP dan SMA wawancara langsung dengan Bupati.

Wawancara ini, sangat diperlukan karena calon KS yang baru akan mengemban amanat tentang program pendidikan gratis, yang disyukuri wali murid dan disambut masyarakat, meski tidak semuanya, namun juga ada yang menghujat. Selain mengisi formulir dan wawancara, calon KS juga menandatangani fakta integritas seperti contoh kesepakatan tidak memungut biaya melalui OSIS.

“Padahal tidak ada kepentingan OSIS, kebanyakan pungutan seperti uang gedung atau yang lainnya tidak melalui kepala sekolah namun melibatkan OSIS, meski OSIS tidak punya kepentingan apa-apa, hanya digunakan sebagai sarana memperoleh uang,” imbuhnya.

Hal seperti itu sudah tidak boleh lagi, karena Jember telah mengambil sikap menerapkan pendidikan gratis sampai SMA. “Tinggal sekarang, kepala sekolah ambil sikap dan memilih, mau jadi pedagang peralatan sekolah apa jadi kepala sekolah,” tegasnya.

Sekaligus dalam wawancara tersebut, memastikan KS mampu hitung-hitungan kebutuhan riil sekolah, sehingga ada data yang valid mana yang perlu disubsidi, mana yang tidak. “Momentum di dunia pendidikan seperti inilah yang sangat ditunggu masyarakat,” tegasnya lagi.

Setelah wawancara nantinya, besar kemungkinan tidak semua mendapat SK KS, apalagi sudah ada sinyalemen atau kabar yang masuk tentang calon KS yang tidak percaya diri, tidak yakin kepada dirinya sendiri, hingga menggunakan uang pelicin.

Semua penilaian tergantung pada saat wawancara, berani jujur maka bakal diberikan kesempatan ke-2, modal utamanya jujur. Meskipun banyak pengalaman, nilai bagus, jika tidak jujur tidak akan menjamin apapun. (Mutia)

No Response

Leave a reply "Pastikan Rekrutmen KS Bersih, Bupati Panggil dan Wawancara Sendiri"