Pedagang Jember Segera Kantongi Kartu e-Retribusi

Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Jember dengan Bank Tabungan Negara, beberapa waktu lalu, siang tadi di ruang Tamyaloka, Pendopo Wahya Wibawagraha, Pemkab Jember, dilangsungkan penandatanganan MoU teknis. Dengan ditandatanganinya notakesepahaman teknis ini, diharapkan target untuk pengembangan dan peningkatan kualitas pasar rakyat yang ada di Jember.

“Jadi target kita untuk pasar e-retribusi dimulai dengan tiga pasar terlebih dulu, dan nanti untuk seluruh pasar di Kabupaten Jember dengan jumlah 31 pasar di kecamatan dan pasar induk akan juga dikembangkan pasar rakyat yang di desa-desa,” jelas Bupati Jember, dr. Faida. MMR, kepada sejumlah wartawan usai acara pertemuan dengan Direktur Operation IT, Bank Tabungan Negara (BTN) Ari Setianto, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Pemkab Jember, Jumat (24/11/2017).

Kartu yang akan dibuat untuk e-retribusi, menurut bupati, sekaligus untuk kartu pedagang Kabupaten Jember. Dengan kartu ini, menjadikan para pedagang inklusi terhadap perbankan dan lembaga keuangan, serta akan lebih mudah untuk mendapat akses-akses bantuan.

Target untuk pasar e-retribusi, menurut bupati, akan dimulai dengan tiga pasar, Mangli, Kreongan dan Pasar Tanjung. Dari tiga pasar ini, nantinya akan diteruskan untuk 31 pasar ditambah pasar induk yang ada di Kabupaten Jember. “Selanjutnya akan dikembangkan ke pasar-pasar desa,” terangnya.

Dikatakan bupati, kartu yang dibuat untuk e-retribusi tersebut, sekaligus berfungi sebagai kartu pedagang Kabupaten Jember. Dengan kartu ini, akan menjadikan pedagang inklusi dengan dunia perbankan atau intitusi keuangan, serta akan menjadikan pedagang lebih mudah mendapatkan akses-akses bantuan.

Sedang Pemkab Jember sendiri, dalam hal ini bupati, akan menjadi pengawal kepentingan pendanaan UMKM dan pedagang-pedagang pasar. Hanya saja, karena tahun ini dilakukan renovasi terhadap pasar tersebut, yang diperkirakan tahun depan untuk pasar-pasar kecamatan sudah tuntas, maka perlu ada upaya untuk menyeimbangkan antara menejemen keuangan dengan kondisi pasar yang sudah mengalami perbaikan itu.

“Pembangunan pisik saja tidak cukup untuk menjadikan pasar kita bisa mengimbangi tantangan jaman. Oleh karenanya perubahan manajemen keuangannya harus pula mengimbangi. Pasarnya sudah baik, lapak-lapaknya juga bagus, tapi masih manual. Ini masih belum bisa ngimbangi,” tukas bupati.

Apa yang dilakukan terhadap pasar-pasar rakyat ini, kata bupati, merupakan sebuah upaya untuk menyejahterakan para pedagang. Selain juga, agar mereka mempunyai akses terhadap dunia perbankan yang lebih baik.

Dijelaskan bupati, bahwa memiliki kartu pedagang akan sangat menguntungkan dan bermanfaat bagi pedagang itu sendiri. “Kita targetnya 15 Desember uji coba ini akan kita mulai. Saya berharap, uji coba ini berjalan lancar, sehingga dapat segera diimplementasikan ke pasar-pasar lain,” tambahnya. (Izza, Indra GM, Mutia, *f2)

No Response

Comments are closed.