Jember Kota Pandhalungan

Pemerintah Gelontorkan Bansos ke Jatim Mencapai Rp4,83 triliun

JEMBER (Minggu, 13 November 2016) – Hingga quartal ke-4 tahun 2016, jumlah bantuan sosial yang digelontorkan Pemerintah melalui Kementerian Sosial di Propinsi Jawa Timur mencapai Rp4,83 triliun.

Angka tersebut terbagi dalam  berbagai jenis bantuan sosial antara lain program keluarga harapan (PKH), Kube, Rutilahu, bansos sarana lingkungan, bansos lansia, kompensasi eks timor-timur, bansos disabilitas, bantuan kendaraan siaga bencana, dan program kesejahteraan sosial anak.

Adapun jenis bansos yang memperoleh alokasi terbesar yakni beras sejahtera (Rastra) sebesar Rp3,73 trilun dengan sasaran sebanyak 2.857.469 keluarga dan  program keluarga harapan (PKH) sebesar Rp1,03 triliun kepada 593.600 keluarga. Bantuan Sosial itu diberikan kepada 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kementerian Sosial RI, Andi ZA Dulung dalam sambutannya pada peluncuran e-warong Kube PKH di Desa Tegal Gusi Kecamatan Mayang dan Desa Suko Kecamatan Jelbuk, Minggu (13/11) mengatakan, inovasi e-warong KUBE PKH sesuai perintah Presiden Joko Widodo.

Rumusannya, bantuan subsidi disalurkan secara nontunai melalui sistem perbankan. Kehadiran e-warong diutamakan untuk penyediaan kebutuhan pokok bagi anggotanya dengan harga yang lebih terjangkau.

 Dikatakan, pemberian bantuan subsidi nontunai dengan melibatkan perbankan akan mempermudah untuk mengontrol, memantau dan mengurangi penyimpangan.

“Mohon keberadaan e-warong ini bisa dijaga bersama. Meskipun warungnya kecil, tapi manfaatnya sangat besar untuk masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Jember dokter Faida berpesan kepada masyarakat untuk mengawal keberadaan e-warong agar benar berjalan efektif.

“Saya tidak mau dengar minggu depan warungnya tutup. Pokoknya e-warong harus sukses di Kabupaten Jember,” pungkasnya. (***)

Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Sosial RI

Foto: (Mutia, Izza)

No Response

Leave a reply "Pemerintah Gelontorkan Bansos ke Jatim Mencapai Rp4,83 triliun"