Pemerintah Pastikan Tidak Ada Kelangkaan Pupuk

Pemerintah Kabupaten Jember memastikan tidak ada kelangkaan pupuk di Kecamatan Puger. Persoalan yang terjadi lebih pada keterlambatan transportasi.

Hal itu terungkap dalam diskusi di rumah salah seorang ketua kelompok tani di Kecamatan Puger, Minggu (17/09/2017).

Diskusi untuk mengidentifikasi persoalan dan mencari solusi itu melibatkan Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Jember, kelompok tani, dan distributor pupuk.

“Persoalannya sebenarnya hanya persoalan keterlambatan transportasi,” terang Dr. H. Edi Budi Susilo, Wakil Ketua KP3, kepada wartawan usai diskusi.

Keterlambatan tersebut dimulai dari pengepakan pupuk urea di gudang di Kabupaten Banyuwangi.

“Ada sedikit kendala, sehingga proses pengiriman ke Jember agak terganggu,” jelas Edi Budi Susilo, yang juga Asisten II Pemkab Jember.

Diungkapkan, masih ada 700 ton pupuk urea yang menjadi jatah Kecamatan Puger. “Hari ini pun sudah mulai terdistribusikan. Mulai kemarin (Sabtu) juga,” tegasnya.

Ia memastikan pendistribusian pupuk urea dilakukan terus menerus, untuk jatah September, Oktober, November, dan Desember. “Ini karena mengantisipasi bulan September masih musim kemarau atau MK 2 dan dilanjutkan antisipasi untuk MH (musim hujan) 1 (bulan Januari),” terangnya.

EdiBudi Susilo juga menyatakan antisipasi lainnya dengan upaya pengajuan tambahan pupuk melalui cadangan pupuk di propinsi, meliputi pupuk urea, ZA, Phonska, SP36.

“Kita pastikan urea, ZA, phonska, SP 36, maupun petroganik siap didistribusikan sampai ke kios,” tegas Edi. Ia juga meminta gabungan kelompok tani (Gapoktan) menginformasikan ke petani untuk ‘menebus’ pupuk di kios sesuai jatah RDKK (Rencana Dasar Kebutuhan Kelompok).

“Tidak sekuatir yang saya bayangkan ketika saya mendapatkan informasi bahwa terjadi kelangkaan pupuk di Kabupaten Jember, utamanya di Kecamatan Puger. Sampai musim hujan nanti, insya Allah, tetap terkendali,” ucapnya.

Salahseorang perwakilan Petrokimia Gresik Taufik Muhlisin menegaskan pihaknya siap mendistribusikan pupuk yang dibutuhkan petani.

“Perlu diketahui, untuk Puger, realisasi penyaluran sudah melebihi alokasi yang ada,” terang Taufik.

Perinciannya, pupuk ZA telah mencapai 138 persen, SP 36 mencapai 82 persen, NPK mencapai 105 persen, dan organik mencapai 82 persen.

Melihatdata angka tersebut, lanjut Taufik, perlu segera ada realokasi. Hal ini diawali dengan perintah realokasi dari Dinas Pertanian, Kelautan, dan Ketahanan Pangan. “Sehingga kita bisa mendistribusikan pupuk antar-kecamatan,” harapnya. (*f2)

No Response

Comments are closed.