Pendidikan Bahaya Narkoba Masuk Kurikulum Sekolah

Tingginya tingkat peredaran dan penggunaan narkoba, utamanya di kalangan anak muda, mengundang keprihatinan semua pihak. Mengingat, panyalahgunaan obat-obatan terlarang, bisa menghancurkan generasi penerus bangsa, yang sekaligus mengancam masa depan dari negara dan bangsa itu sendiri.

Untuk mengantisipasi dan mencegah semakin meluasnya peredaran serta penggunaan narkoba ini, bersama Polres Jember, Pemkab Jember mengambil langkah-langkah preventif, langkah awal yang ditempuh untuk tujuan tersebut.

Bertindak sebagai pembina Apel adalah Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR. Dalam sambutannya, Bupati mengatakan, bahwa kegiatan yang dilangsungkan pada hari itu, memiliki makna yang sangat penting untuk menyelamatkan anak-anak bangsa sekaligus Bangsa dan Negara Republik Indonesia.

“Hari ini kita berkumpul bersama, hari yang sangat penting bagi masa depan kita semua. Indonesia darurat narkoba, lima juta seratus dua puluh tujuh pengguna narkoba se-Indonesia, 22% nya adalah pelajar SMP SMA dan Mahasiswa,” ungkap Bupati Faida, dalam acara Apel Kader Anti Narkoba, di alun-alun Kota Jember, Sabtu, (14/10/2017).

Dijelaskan Bupati, penggunaan narkoba dari tahun ke tahun menunjukkan kecenderungan meningkat. Tahun ini saja jumlah pengguna narkoba di kalangan pelajar, sudah mencapai 1.127.000.

“Setiap tahun meningkat, bukan menurun. Setiap tahun lima belas ribu korban narkoba., negeri ini sudah darurat narkoba. Kecenderungan bandar narkoba, usianya semakin muda. Siswa SD dan SMP sudah banyak dijadikan pengedar narkoba. Jatim rangking dua nasional untuk jumlah pengguna narkoba,” terang Bupati.

Daridata yang ada, lanjut bupati, pengguna narkoba aktif di Jawa Timur, jumlahnya mencapai 900 ribu jiwa. Dari jumlah itu, 20 persennya adalah pelajar dengan katageri pengguna aktif.

Untuk Jember, tahun 2017, jumlah yang terdata sementara, sebanyak 30 anak SMP dan SMA, terbagi, 22 laki-laki dan 8 perempuan. Jumlah itu yang berhasil diungkap, sedang yang belum terungkap, belum diketahui dengan pasti, jadi masih mungkin jumlahnya bertambah.

Dari data itu, Jember bisa dikatakan Darurat Narkoba. Untuk mengantisipasi semakin berkembangnya peredaran dan penggunaan narkoba, Jember bertekad melawan dan memberantas narkoba.

Oleh karena itu, demi melindungi siswa siswi dari ancaman narkoba, bersama Polres Jember, Pemkab Jember bertekad melakukan pemberantasan narkoba. Langkah yang diambil yakni dengan mengambil keputusan berdasarkan SK Bupati Jember, akan memasukkan pelajaran tambahan mengenai narkoba dalam kurikulum bimbingan konseling di sekolah.

Ini sebagai upaya untuk membangun kader anti narkoba dari kalangan pelajar di seluruh sekolah dan madrasah, baik negeri maupun swasta se Kabupaten Jember. Sedang untuk pelaksanaan pengajaran soal narkoba untuk siswa SMP SMA madrasah negeri maupun swasta, Polres Jember yang bekerjasama dengan Dinas pendidikan akan menjadual seminggu dua hari di 80 sekolah secara bertahap dan bergilir.

Seluruh siswa akan mendapat materi dari instruktur-instruktur terpilih dari Polres Jember. Bersama Pemkab Jember Polres akan membuat siswa siswa lebih memahami dan sadar akan bahaya narkoba. “Saya Indonesia Saya Pancasila Saya Indonesia Saya Anti Narkoba,” seru Bupati. (Izza. Red : Indra GM)

 

No Response

Comments are closed.