Penyuluh Perkebunan Berkompeten, Kabupaten Jember Alami Perubahan

Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR., menegaskan para penyuluh perkebunan harus meningkatkan ilmu pengetahuannya. Kabupaten Jember, yang wilayah kebunnya sangat luas, akan mengalami perubahan bila ilmu yang dimiliki penyuluh bertambah dan meningkat.

“Penyuluh itu, mau tidak mau punya status sosial lebih. Karena itu penyuluh harus menambah dan meningkatkan ilmunya,” tutur Bupati dalam Diklat Pengelolaan Hasil Perkebunan di Kabupaten Jember, Senin (24/07/2017), di Aula Pusdiklat Aparatur BKD kabupaten Jember.

Puluhan penyuluh perkebunan akan mengikuti diklat selama tujuh hari.

Penambahan dan peningkatan ilmu pengetahuan menjadi penting saat ini karena perkembangannya yang sangat pesat. Para penyuluh harus menyesuaikan dengan perkembangan tersebut.

Bupati menjelaskan, apabila tidak melakukan penyesuaian dengan perubahan saat ini akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka profesi penyuluh akan hilang di masa mendatang.

Seorang penyuluh pun akan hanya memiliki kewenangan menyuluh, namun tidak memiliki kompetensi apabila tidak menambah dan meningkatkn ilmu pengetahuannya.

Di akhir pidato sambutannya, Bupati berpesan bahwa para penyuluh yang mengikuti Diklat akan memiliki keberhasilan apabila pasca diklat mampu mengantarkan petani mencapai kesuksesan.

Kepala Bidang Sertifikasi Kompetensi, Pengajaran, dan Evaluasi Badan Diklat Provinsi Jawa Timur Muhammad Suud, SH, MSi menjelaskan pengembangan SDM aparatur akan menjadi salah satu prioritas.

“Karena fungsi aparatur sebagai pelayan dan penggerak pembangunan,” jelas Muhammad Suud saat membacakan pidato Kepala Diklat Provinsi Jawa Timur A Mudjib Affan, M. Kes.

Aparatur dituntut memiliki profesionalisme dan kompetensi yang memadai agar bisa memberikan pelayanan yang sesuai dengan harapan masyarakat.

Sektor usaha perkebunan saat ini masih stagnan 4 – 5 persen dipengaruhi harga komoditas beberapa tahun ini dan ancaman perkembangan global. (*f2/Mutia)

No Response

Comments are closed.