Jember Kota Pandhalungan

PERAN KADER POSYANDU BAGI PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN MASYARAKAT : PART I

Rela Berusah Payah, Kendati Hanya Dihonor Rp 50 Ribu Sebulan

Seorang perempuan paruh baya, terlihat bergegas pergi menuju tempat berkumpulnya ibu-ibu yang membawa putera puterinya yang masih berusia di bawah 5 tahun. Dengan sigap dan tangkas seorang ibu bernama, Suswati itu, seakan tak peduli teriknya matahari yang membakar sekelilingnya dan menyirami tubuhnya.

Baginya, memberikan layanan dan menyiapkan keperluan bagi ibu-ibu yang hendak memeriksakan bayinya di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), lebih penting ketimbang memikirkan panasnya terik matahari, yang memang tidak enak untuk dinikmati, karena terlalu menyengat. Karena itu, ia pun berusaha secepatnya untuk sampai ke posyandu, tempat berkumpulnya ibu-ibu dan anak-anak di bawah lima tahun.

Lalu apa yang didapat dari kerelaannya menjadi kader posyandu, yang tidak pernah menjanjikan keuntungan materi. Baginya, memberikan pertolongan dan membantu orang lain yang membutuhkan, lebih penting dan menyenangkan.

Karena itu, kendati hanya dengan honor transport yang hanya Rp 50 ribu sebulan, ia sangat menikmati tugas yang dilaksanakan dalam memberikan layanan di posyandu. “Ya mau bagaimana mas, wong ini pekerjaan sosial. Tapi saya senang, karena bisa membantu orang,” ujarnya.

Tidak hanya Suswati, yang rela mengorbankan tenaga dan waktunya untuk kepentingan masyarakat banyak. Masih ada puluhan ribu kader posyandu, yang juga dengan rela dan senang hati menjalankan tugas kemanusiaan itu. (HUMAS)

No Response

Comments are closed.