Jember Kota Pandhalungan

Percantik Trotoar, Kembalikan Fungsi Pejalan Kaki

Perbaikan Jalan Trotoan

JEMBER KITA Mengembalikan fungsi trotoar untuk pejalan kaki adalah salah satu alasan Pemkab Jember untuk melakukan rehabilitasi dan pemeliharaan trotoar. Diharapkan, ketika kegiatan itu rampung, wajah kota Jember terlihat lebih cantik dan menarik. Dari Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkab Jember diperoleh penjelasan, bahwa rehabilitasi dan pemeliharaan trotoar dikerjakan selama 110 hari. Pengerjaan itu sendiri dilakukan mulai 23 Agustus 2014 dan dijadualkan tuntas pada 12 Desember 2014. Ada tiga

titik ruas sasaran yang direhabilitasi, antara lain trotoar di Jalan Trunojoyo, Jalan Sultan Agung serta seputar alunalun juga Jalan A.Yani. Kepada Majalah Jember Kita, Anang Dwi R, ST, PPK Rehabilitasi dan Pemeliharaan Trotoar, Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkab Jember, memaparkan, rehabilitasi trotoar tersebut dikerjakan oleh tiga kontraktor dari Jember. Sesuai rencana, trotoar tersebut bakal dikeramik dan ditangani oleh tiga kontraktor dari Jember.

Dari informasi dinas tersebut menyebutkan, untuk rehabilitasi dan pemeliharaan alun-alun dan Jl. A. Yani menelan anggaran Rp. 1.380.000.000, Jl Trunojoyo Rp. 940.000.000 serta Jl. Sultan Agung Rp. 836.000.000. “Untuk lebih memudahkan pengerjaan perbaikan trotoar, sementara pot di atas trotoar kita pindahkan. Setelah semua rampung, maka pot akan dikembalikan ketempat semula, karena berfungsi untuk penghijauan,”tukas Anang. Agar trotoar itu tidak rusak, maka ketinggian trotoar (kanstin) dimaksimalkan untuk mencegah kendaraan roda dua tidak naik. Terlebih trotoar itu dibuat dengan tujuan untuk member kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki.

“Memang ada beberapa totoar memiliki kanstin rendah dan itu merupakan fasilitas umum seperti bank dan kantor pemerintahan apalagi tempat tersebut memiliki akses jalan

sebelumnya,” ujar Anang. Kepada para pemilik toko ataupun bangunan di sepanjang ruas jalan perbaikan trotoar, Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkab Jember, berharap ikut mendukung program tersebut untuk mewujudkan keindahan kota. Pasalnya ada juga pemilik toko maupun bangunan merasa keberatan ketika Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Dinas Pemkab Jember melakukan upaya penataan trotoar. Mereka beranggapan sejak aktifitas mempercantik trotoar dimulai, omzet penjualan turun karena pembeli enggan untuk menginjakan kaki untuk berbelanja. “Seperti diketahui ada beberapa titik ruas jalan perbaikan trotoar di Kabupaten Jember, diharapkan kontraktor untuk tidak menempatkan material di sembarang tempat, serta tidak memakan badan jalan dan tidak mengganggu arus lalu lintas,”

tandasnya. Ketika trotoar sudah selesai diperbaiki, diharapkan, masyarakat juga ikut merawat dan menjaga keberadaan trotoar tersebut, sebab itu jangan memarkir sepeda motor diatasnya agar tidak merusak keramik trotoar, selain itu juga menghalangi pejalan kaki sebagai pemakai trotar.

Sementara itu Arif Mulyono, warga Perumahan Taman Gading, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, menyatakan dukungannya atas niatan Pemkab Jember untuk membenahi sekaligus mempercantik trotoar. Laki-laki kelahiran Tegal Jawa Tengah itu berpendapat, sudah saatnya

trotoar mendapat prioritas perbaikan. Selama ini Arif melihat trotoar di Kabupaten Jember beralih fungsi menjadi tempat berjualan pedagang kaki lima seperti di kawasan Jl.Kalimantan, Jl. Jawa, Jl.Sumatra maupun Jl. Letjend Soepapto, karena itu seharusnya jika trotoar dipergunakan hanya untuk pejalan kaki. Winardyasto

No Response

Comments are closed.