Jember Kota Pandhalungan

Pererat Silaturahmi, Bupati Buber Dengan Ulama dan Tomas

Dihari ke-9 pada bulan suci Ramadhan ini Pemkab Jember kembali mengadakan buka bersama (buber). Buber kali ini diadakan bersama Ulama dan Tomas (tokoh masyarakat). Pada kesempatan ini Bupati dan Wabup tidak sekedar menjalankan buber saja, namun sekaligus menggelar dialog Umara dengan Ulama dan tokoh masyarakat dengan tujuan untuk mempererat jalinan silaturahim antar sesama.

Acara yang berlangsung di Aula PB. Sudirman Gedung Pemkab Jember, Selasa (14/06/2016) ini dihadiri oleh Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR., Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, Ketua PCNU, Plt. Sekda, seluruh Kepala SKPD, Camat, Kepala Desa, para ulama, Tokoh Masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

Sambil menunggu waktu berbuka puasa dr.faida MMR menyapaikan harapannya akan manfaat acara tersebut. “Kami berharap pertemuan ini membawa kebaikan bagi kabupaten Jember, perlunya silaturahim telah dicontohkan dari jaman rasulullah, ulama disebut sebagai pelayan masyarakat yang mengawal aqidah masyarakat, dan umara’ sebagai pemimpin yang mengawal arah pembangunan, dan apabila semua bersinergi insyaallah yang terjadi adalah yang terbaik dari bersinergi.” Tuturnya.

Bupati juga memberikan tausiyah jasmani tentang 20 kejaiban dalam puasa, yang salah satunya adalah penurunan glukosa dan berat badan, tata cara saur yang mempunyai penyakit, dan akibat yang terjadi apabila tidak sahur.

Usai Bupati menyampaikan beberapa hal, harapan dan tujuan diadakannya acaraa tersebut, sesi acara selanjutnya diisi oleh Dr. KH. Abdulah Samsul Arifin atau yang akrab disapa Gus Aab. Dalam tausiyah rohaninya menyampaikan penyakit yang paling angkuh dan akan merembet pada penyakit penyakit yang lain adalah jika kita Memandang orang lain dengan mata penghinaan, yang penyebab utamanya adalah ilmu, yang kedua adalah sombong. Orang yang ahli ilmu dan orang yang ahli ibadah jika ilmu dan ibadahnya menjadikan dirinya merasa lebih hebat dan baik daripada orang lain kemudian memandang rendah dan hina orang lain maka ilmu dan ibadah telah menjadikan ia sebagai orang yang zalim, harta pangkat dan jabatan, keturunan juga merupakan potensi potensi yang menjadikan orang yang sombong.

Terapinya atau cara menghilangkannya dengan tawadu’, yaitu tawadu’ adalah suka dikritik orang lain, merasa dirinya banyak kekurangan, melakukan perbaikan perbaikan, mencari kejelekan diri sendiri tanpa melihat kejelakan orang lain. Dan merasa orang lain selalu lebih penting dari dirinya.

“Puasa mengajarkan kita merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain yang tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari hari. simpati dan empati kepada orang lain akan muncul pada diri kita.” Ulasnya.

Penyakit lain yang sering hinggap pada diri manusia adalah selalu berupaya untuk mendapatkan apa yang diinginkan tanpa ia memperdulikan apakah cara yang ia gunakan benar atau tidak. Penyakit ini cara memperbaikinya dengan al – qonaah yaitu menerima dengan apapun yang telah Allah berikan dan meyakini itu yang terbaik bagi dirinya. al qonaah menghilangkan diri kita dari iri dan dengki dan sakit hari dan tersadar bahwa yang terjadi adalah yang terbaik menurut Allah SWT untuk kita. “Mudah-mudahan puasa ini menjadikan pribadi yang lebih baik dan menjauhkan kita dari hal-hal yang buruk, dan semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa kita, menghilangkan penyakit-penyakit dalam diri kita, serta menerima segala amal baik kita,” tutup Gus Aab dengan do’anya.

Dalam Rangkaian kegiatan buka bersama ini juga dilaksanakan sholat maghrib secara berjamaah oleh semua yang hadir, dilanjutkan dengan buka puasa bersama – sama, berikutnya dilanjutkan sholat isya’ dan tarawih secara bersama-sama. (Mutia)

No Response

Leave a reply "Pererat Silaturahmi, Bupati Buber Dengan Ulama dan Tomas"