Jember Kota Pandhalungan

Peringati Hari Santri, Kemenag Jember Menghimbau Untuk Mengadakan Acara Keagamaan

Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2016, Kementerian Agama Jember menghimbau kepada lembaga keagamaan islam ataupun pondok pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ untuk melaksanakan kirab santri. Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Jember, Drs. Ahmad Tholabi.

Kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan surat resmi dari Kementerian Agama RI yang menghimbau untuk mengadakan kegiatan keagamaan di lingkungan Kemenag. Dari himbauan tersebut, Kemenag Jember sudah mengonsepkan surat himbauan juga kepada kepala Madrasah Negeri, baik itu MIN, MTsN, dan MAN, juga kepada pimpinan lembaga agama islam seperti Pondok Pesantren dan TPQ untuk mengadakan kegiatan yang bernuansa islam dengan identitas santri. Jumlah pondok pesantren di Jember berdasarkan data Kemenag Jember berjumlah 618. Sedangkan jumlah TPQ yang terdaftar dalam Kementerian Agama berjumlah 130.

Kemenang Jember juga sudah memasang spanduk yang berisi ucapan selamat Hari Santri nasional yang tahun ini bertema ‘Dari Santri Untuk Indonesia’ berdasarkan surat resmi dari Kementerian Agama Pusat. Dicetuskannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri ini merupakan bentuk pengakuan negara kepada santri-santri dalam pengabdian untuk Indonesia. Diharapkan santri akan mengabdi bukan hanya untuk pesantren atau umat muslim saja, tapi juga untuk negara ini.

“Jadi, santri bukan merupakan suatu kelompok yang eksklusif. Ini dimaksudkan bahwa santri juga memiliki andil untuk negeri. Santri kita dulu ikut berjuang dalam kemerdekaan Indonesia,” ujar A. Tholabi, Jumat (21/10/2016) saat ditemui di kantornya.

Terkait dengan hari santri ini, walaupun ini dari Kementrian Agama, tidak ada alokasi khusus untuk kegiatan hari santri. Sehingga kaitannya dengan memeriahkan hari santri ini, Kemenag hanya memberikan himbauan atau harapan kepada lembaga pendidikan formal maupun non-formal di lingkungan kementrian agama untuk mengaakan acara dalam bentuk kirab santri.

“Sebenarnya, rentetan peringatan Hari Santri ini sudah kita lakukan mulai awal bulan Oktober. Karena awal bulan Oktober itu juga awal jatuhnya 1 Muharam 1438 H. Yang kita lihat selama ini di kecamatan-kecamatan ada kegiatan bahana muharam dan kirab santri,” imbuh A. Tholabi.

Diharapkan, Hari Santri Nasional ini dapat membangkitkan semangat untuk mengabdi kepada Indonesia. Kontribusi santri untuk negeri ini juga diperlukan agar semangat untuk belajar dan mengabdi yang terbaik untuk negara tetap terpelihara. (*f3)

No Response

Leave a reply "Peringati Hari Santri, Kemenag Jember Menghimbau Untuk Mengadakan Acara Keagamaan"