Peringati Maulid Nabi, Wabup Sampaikan Program Lansia dan Dhuafa

Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief menyampaikan kritik yang membangun sangat dibutuhkan. Demikian pula kritik atas program bantuan bagi lansia dan kaum dhuafa yang dilaksanakan oleh Pemkab Jember melalui Dinas Sosial.

“Sebagian saudara kita, di dalam masyarakat, perlu bantuan,” kata Wabup dalam sambutan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di rumah Kades Harjomulyo, Kecamatan Silo, Rabu malam (20/12/2017).

Lebih jauh Wabup menjelaskan, dalam terori kemiskinan ada kemiskinan struktural, kemiskinan kultural, dan kemiskinan absolut.

Dicontohkan kemiskinan struktural, ketika ada suatu usaha masyarakat yang semestinya berkembang jika mendapatkan fasilitasi namun dibiarkan oleh pemerintah. Maka pemerintah menjadi pihak yang bersalah.

Kemiskinan kultural menunjukkan kondisi suatu masyarakat yang sulit untuk berubah lebih baik, meski ada intervensi pihak lain.

Kemiskinan absolut bisa dilihat dari kondisi warga tidak adanya persiapan untuk makan esok hari. Kebutuhan makan untuk hari ini dicari pada hari ini juga.

“Nah kondisi ini (kemiskinan absolut, red) tidak bisa diberi pancing, harus diberi bantuan,” terang Wabup. Seperti lansia dan kaum dhuafa.

Oleh karena itu, bagi Kades dan Camat, agar menjalankan program yang telah diniatkan benar, prosedur benar, dan hukumnya benar. Kritik yang datang tidak perlu sampai menghentikan program tersebut.

Pernyataan Wakil Bupati itu menanggapi keluh kesah Kades Harjomulyo Kartono yang mengaku mendapatkan kritik atas bantuan yang diberikan kepada 20 lansia dan kaum dhuafa warga Desa Harjomulyo.

“Saya dapat SMS agar jangan pilih-pilih,” ujar Kades Kartono. Sementara bantuan berupa pemberian sembako dinilai tidak memberdayakan.

Kepala Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Doa Bersama di halaman rumahnya. Kesempatan itu juga dimanfaatkan untuk membagikan 20 paket bantuan dari Dinas Sosial. (*f2)

 

 

 

No Response

Comments are closed.