Jember Kota Pandhalungan

Perkembangan Terkini Inflasi Jember

Kabupaten Jember mengalami inflasi sebesar 0,31% pada Agustus 2015. Angka ini merupakan yang tertinggi kedua di Jawa Timur setelah Banyuwangi. Baik secara bulanan (month to month) atau tahunan (year on year) tingkat inflasi masih di bawah Nasional dan Jawa Timur.

Inflasi (yoy) 2012 2013 2014

7-2015

8-2015
Nasional 4,3 8,38 8,36 7,26 7,18
Jatim 4,5 7,59 7,77 6,81 6,79
Surabaya 4,39 7,52 7,90 7,15 7,13
Madiun 3,51 7,52 7,40

6,33

6,04
Probolinggo 5,88 7,98 6,79 5,51 5,45
Malang 4,6 7,92 8,14 7,25 7,05
Kediri 4,63 8,05 7,49 5,56 5,51
Sumenep 5,05 6,62 8,04 6,46 6,15
Banyuwangi  N/A N/A 6,59 5,25 5,75
Jember 4,49 7,21 7,52 6,25 6,65

“Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi di Jember yakni beras karena harga beras perlahan-lahan merangkak naik seiring dengan habisnya masa panen,” ujar Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jember, Achmad Bunyamin.

Komoditas penyumbang inflasi tertinggi adalah Beras dan Pendidikan. Hampir seluruh jenis beras mengalami kenaikan (baik medium maupun super). Kenaikan biaya pendidikan pada tingkat Sekolah dasar (12,18%), Sekolah Menengah Pertama (11,49%) dan Sekolah Menengah Atas (8,67%) seiring dengan berlangsungnya tahun ajaran baru.

Selanjutnya, Faktor risiko dan tendensi inflasi bulan September 2015 sebagai berikut,  Kurs yang masih lemah dapat mendorong terjadinya inflasi. Pelemahan nilai tukar rupiah yang dapat memicu kenaikan harga bbm meskipun di tengah tren penurunan harga minyak dunia. Potensi terjadinya el nino yang dapat menyebabkan kerusakan tanaman pangan. Mulai memasuki musim kemarau sehingga ketersediaan produk pertanian relatif menurun. Mendekati momen hari raya Idul Adha yang dapat mendorong peternak menahan untuk menjual ternak sehingga harga komoditas daging sapi meningkat.

Menurut survei BI (Bank Indonesia) Berdasarkan manajemen risiko inflasi, komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan pada bula ini adalah Beras, Telur Ayam Ras, Daging Ayam Ras dan Daging Sapi.

 

 

 

 

No Response

Comments are closed.