Jember Kota Pandhalungan

Perlindungan Anak

387 views

APerlindungan-Anaknak adalah amanah sekaligus karunia Tuhan yang senantiasa harus kita jaga karena dalam dirinya melekat harkat,martabat dan hak-hak sebagai manusia yang harus dijunjung tinggi. Hak asasi anak merupakan bagian dari hak asasi manusia yang termuat dalam UUD 1945 dan Konvensi Perserikatan Bangsa-bangsa tentang Hak-hak anak. Anak adalah masa depan bangsa dan generasi penerus cita-cita bangsa, sehingga setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi serta berhak atas perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi serta hak sipil dan kebebasan seperti yang telah disebutkan secara tegas dalam pasal 4 Undang-Undang No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dalam upaya pelaksanaan perlindungan anak, sebagaimana tersirat didalam UU Perlindungan Anak no. 23 tahun2002, maka ada 2 bentuk kegiatan pokok yaitu penggalian aspirasi hak-hak anak beserta implementasi kegiatannya dan perlindungan anak tindak kekrasan dan diskriminasi.Adapun kegiatan yang telah dilakukan oleh BPPKB mengenai aspirasi hak-hak anak yakni dengan penyelenggaraan kongres/temu anak Jember dalam wadah Forum Anak Jember, Penyelenggaran Penyuluhan dan sosialisasi kenakalan remaja, penyelenggaraan Hari Anak, Fasilitas kegiatan Forum Anak Jember, pembentukan Pusat Informasi dan Konserling Remaja yang difasilitasi oleh Bidang Keluarga Berencana. Selain itu BPPKB juga melakukan kegiatan perlindungan anak dari tindak kekerasan dan diskriminasi dalam bentuk penyuluhan dan sosialisasi pelayanan perlindungan anak dan penyelenggaraan pendampingan anak yang menjadi korban tindak kekerasan.

Saat ini semakin banyak ditemui anak-anak yang menjadi korban seksual dari orang dewasa. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh oang tua untuk melindungi anaknya dari kekerasan seksual yakni dengan diberikan si anak pendidikan sex yang sesuai dengan porsi dan sesuai dengan usianya, ajarkan anak untuk tidak menaggalkan pakaian di depan orang lain,ajarkan anak untuk tidak mengizinkan orang lain menyentuh bagian tubuhnya.Perkenalkan anak kondisi bahaya dan tidak mudah untuk menerima pemberian orang lain. Biasanya ciri anak yang menjadi sasaran empuk para pelaku kekerasan seksual yakni anak yang tidak diawasi oleh orang tuanya,anak yang tidak percaya diri dan anak yang tidak dibekali pengetahuan sex memadai. Para korban pelecehan seksual juga seringkali diancam untuk tidak bercerita, maka orang tua yang harus peka pada perubahan perilaku anak, sehingga orang tua diharapkan mengetahui ciri-ciri anak yang menjadi korban seksual. Salah satu ciri-ciri anak korban kekerasan seksual yakni anak sering mengigau saat tidur/sulit tidur. Sering mengasingkan diri, sering merasa tidak nyaman dan tiba-tiba menjadi pemberontak.

No Response

Comments are closed.