Jember Kota Pandhalungan

PERLU PEMETAAN POTENSI HORTIKULTURA

1380 views

Jember Kita. Jember memang sebuah daerah yang memiliki banyak kelebihan. Tidak hanya sebagai daerah perkebunan yang dikenal dengan komoditi ekspornya, di sector pertanian, Jember juga bisa berbangga diri, karena produksi padinya mampu menembus 1 juta ton per tahun. Ini belum lagi untuk komoditi hortikultura. Di Kabupaten Jember hampir berbagai jenis tanaman holtikultura bisa ditemui dan dikembangkan masyarakat. Tanaman hortikultura ini bisa ditemui di hampir setiap kecamatan di Kabupaten Jember.

Beberapa jenis tanaman hortikultura yang banyak ditanam masyarakat di Kabupaten Jember, adalah, berbagai jenis sayuran, mulai kol, bayam, sawi, brokoli, cabe, bawang, dan sebagainya. Tanaman sayuran ini, banyak dibudidayakan petani di daerah selatan Kabupaten Jember, seperti Ambulu dan bagian utara, seperti di Kecamatan Panti, juga di beberapa daerah lain di Kabupaten Jember.

Sementara untuk jenis tanaman buah, pada masing-masing daerah di Kabupaten Jember, memiliki kekhasan sendiri-sendiri. Daerah timur Kabupaten Jember, seperti Sumberjambe, dikenal dengan tanaman durennya, Arjasa dengan Buah Naganya, Panti dengan Rambutannya, Sumberbaru dan Tanggul dengan Manggisnya, Semboro, Umbulsari dengan Jeruknya, dan Gumukmas juga Semboro dengan buah Salaknya.

Sungguh Kabupaten Jember dengan berbagai macam komoditi pertaniannya, memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain. Namun sayang, potensi yang dimiliki Kabupaten Jember ini, belum sepenuhnya bisa memberikan kontribusi besar terhadap upaya peningkatan pendapatan petaninya.

Karena itu, perlu dilakukan upaya agar potensi yang ada ini dapat memberikan kontribusi dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah yang dapat dilakukan, yakni melakukan pemetaan atas sentra tanaman sesuai dengan iklim mikro pada masing-masing daerah.”Saya pikir perlu dilakukan pemetaan terhadap potensi pertanian yang ada di Kabupaten Jember,” ujar Ir Ali Wasa, Kepala  Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit Tanaman Pangan dan Hortikultura, di Tanggul.

Dengan pola ini, setidaknya bisa diharapkan, jenis tanaman yang dikembangkan petani di masing-masing daerah, bisa berkembang dengan baik, selain juga akan lebih memudahkan petugas dinas pertanian dalam melakukan pengawasan dan pembinaan. Pemetaan ini sudah barang tentu, mengikuti kecenderungan yang terjadi di masing-masing daerah.

Seperti tanaman manggis misalnya, karena bagian barat Kabupaten Jember, khususnya Sumberbaru, sudah dikenal sebagai penghasil manggis sejak dulu, maka potensi yang sudah ada harus lebih dioptimalkan. Demikian pula dengan durian yang banyak dihasilkan daerah Sumberjambe, Arjasa, serta Panti dan kecamatan lain di kawasan Jember bagian utara, perlu mendapat perhatian lebih.

Begitu juga dengan tanaman sayuran yang banyak dijumpai di kawasan selatan dan sebagian di timur utara Kabupaten Jember, seperti Kecamatan Ambulu dan Panti, perlu lebih dikembangkan lagi. Sehingga ke depan, potensi besar hortikultura yang dimiliki Kabupaten Jember ini, bisa membantu upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu contoh potensi sayuran yang bisa dikembangkan adalah tanaman cabe besar (merah). Pemetaan terhadap tanaman horikultura, seperti cabe ini sangat perlu dilakukan, terlebih Kabupaten Jember memiliki lahan tanaman cabe yang cukup luas, tidak kalah dibanding daerah lain, seperti Tulung Agung atau Kediri dan Banyuwangi yang juga penghasil cabe. “Sekarang ini petani malah sudah banyak yang menjalin kerjasama dengan pabrikan, seperti ABC untuk bahan baku saus,” jelas Ali Wasa,

Sedang untuk tanaman buah lainnya seperti durian, yang sejak lama dikenal masyarakat Jember, lebih cocok untuk dikembangkan di kawasan utara Kabupaten Jember. Tanaman ini cocok untuk lahan di dataran tinggi, mulai dari Kecamatan Sumberjambe sampai Sumberbaru.

Khusus untuk tanaman manggis, Ali Wafa, memandang perlu diberikan pemahaman kepada petani, utamanya terkait perawatan. Mengingat selama ini, tanaman manggis yang sudah berumur puluhan tahun itu, hanya dibiarkan tumbuh begitu saja, tanpa ada perawatan yang memadai, sehingga buah yang dihasilkan juga tidak terlalu bagus.

Karena itu perlu diberi pemahaman kepada petani, bagaimana seharusnya merawat tanaman agar bisa berbuah seperti yang diharapkan. “Jadi menurut saya, bagaimana manggis yang ada ini potensinya lebih ditingkat lagi. Petani biasanya perawatannya kurang insentif, kadang dipupuk, kadang tidak. Petani juga harus dibiasakan menggunakan pupuk organik,” ujarnya.

Ali mengakui, trend penanaman manggis di kalangan masyarakat belakangan semakin tumbuh. Banyak masyarakat yang memanfaatkan pekarangannya untuk ditanami manggis. Kecenderungan baru ini, setidaknya akan memberi harapan baru bagi Kabupaten Jember untuk jangka waktu antara 5 sampai 10 tahun ke depan, sebagai penghasil buah manggis.

Satu lagi tanaman buah yang menurut Ali, cukup potensial menjadi penopang pendapatan masyarakat, adalah Salak Gumukmas. Salak jenis ini memiliki kekhasan rasa yang tidak dipunyai salak dari daerah lain, diantaranya ada yang rasa Nangka. “Sekarang ini tengah dirintis untuk didaftarkan ke Balai Sertifikat Benih, Kementerian Pertanian,” tandasnya. (*)

Oleh : Indra GM

No Response

Comments are closed.