Pertanian dan Perkebunan Jember Jadi Sasaran Studi Banding

Semakin banyak studi banding yang dilakukan daerah lain ke Kabupaten Jember. Terakhir, Kamis (1/3/2018), DPRD Kabupaten Boven Digoel bertandang ke Bumi Pandhalungan.

Rombongan disambut langsung oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., di Pendapa Wahyawibawagraha.

“Paling banyak pertanian dan perkebunan, karena itu memang potensi kita,” bupati dalam sambutannya.

Bupati mengungkapkan sepenuh hati menerima kunjungan dari Boven Digoel. Namun, bupati menginginkan bukan sekedar studi banding. Bupati berharap dapat membangun sinergisitas dengan jaringan distribusi produk lokal masing-masing daerah.

Terkait potensi Jember, bupati menerangkan Jember memiliki Puslit kopi dan kakao terbesar di Indonesia.

Lembaga ini memproses kopi mulai dari pemilihan bibit hingga menjadi produk. Produk yang dihasilkan mulai dari minuman hingga sabun.

Bupati Faida menyampaikan juga bahwa dalam kunjungan ini bisa disebut kunjungan wisata edukasi. Para tamu bisa belajar dan menikmati wisata edukasi di Jember.

Ketua DPRD Boven Digoel Ayub Santi S.IP menyampaikan, tujuannya ke Jember ialah untuk mempelajari potensi-potensi perkebunan.

Menurutnya, Kabupaten Jember adalah salah satu kabupaten yang berhasil dalam pengelolaan kakao dan kopi. “Tujuan kami kesini sekedar melihat potensi kakao dan kopi,” tuturnya.

Di Kabupaten Boven Digoel juga memiliki potensi kakao dan kopi. Hanya saja masih bersifat swadaya masyarakat.

Untuk mengembangkan potensi itu, perlu mempelajari pengelolaannya di Kabupaten Jember, mulai dari pembibitan hingga proses produksi. (izza/*f2)

No Response

Leave a reply "Pertanian dan Perkebunan Jember Jadi Sasaran Studi Banding"