PERTUMBUHAN HOTEL PERCEPAT JEMBER MENJADI DAERAH TUJUAN WISATA

Minat investor untuk membangun hotel di Kabupaten Jember merupakan indikas cerahnya industri pariwisata, bahkan keberadaan hotel tersebut akan memberi kontribusi tersendiri bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), catatan Kantor Pariwisata Pemkab Jember menyebutkan setidaknya tiap tahun ada peresmian hotel baru dan jumlah hotel di kota penghasil tembakau ini semula hanya 30 hotel  pada tahun 2013 ini melonjak menjadi 40 hotel termasuk Aston Jember Hotel & Conference Center berstandart internasional dan memiliki 152 kamar.Soft opening hotel itu sendiri dinilai oleh berbagai khalayak tepat sekali, pasalnya hotel berbintang empat tersebut  dioperasikan menjelang libur sekolah maupun libur lebaran dan semakin dekatnya pelaksanaan bulan berkunjung ke Jember(BBJ) bulan Agustus nanti.

Dikatakan oleh Arif Tjahjono, SE Kepala Kantor Pariwisata Pemkab Jember, ketertarikan investor untuk membangun hotel dikarenakan saat ini Jember telah mengarah menjadi kota besar dan laju pertumbuhan penduduknya cukup tinggi yakni mencapai 3 juta jiwa.Tidak hanya itu saja, Kabupaten Jember memiliki kelebihan dibanding kabupaten lain, tidak hanya kawasan pegunungan saja tapi Jember juga memiliki kawasan pantai.Namun demikian tidak semua potensi wisata itu bisa digarap menjadi obyek wisata masal seperti Pantai Bande Alit, karena terkait kewenangan Taman Nasional (TN) dan pengembangan obyek wisata itu disesuaikan kondisinya dan ditempat tersebut cocok bila diperuntukan sebagai wisata petualangan (adventure).

“Semakin banyak investor datang ke sini  dan punya keinginan untuk mendirikan hotel itu artinya semakin mempercepat  Kabupaten Jember menjadi daerah tujuan wisata di Indonesia, luar biasa sekali Aston Jember Hotel & Conference Center ini mau mengembangkan sayapnya ke Jember.Berdirinya hotel baru baik itu melati atau berbintang sekalipun jelas membuat perolehan PAD Kabupaten Jember dari sektor pariwisata meningkat tajam dari Rp.2,5 milyar dan tahun 2012 lalu menjadi Rp.8 milyar, jumlah PAD pariwisata ini akan terus melonjak karena di Kabupaten Jember ini tiap tahunnya minimal ada  peresmian satu hotel baru dikarenakan letak geografisnya tidak terlalu jauh dari Bali,” jelas Arif.

Melesatnya industri pariwisata di kota suwar-suwar ini tidak terlepas dari keinginan dari Ir MZA Djalal,MSi, orang nomer satu di Kabupaten Jember itu tidak hanya ingin melihat daerahnya sukses dibidang pertanian saja, lebih dari itu harus diimbangi oleh sektor lainnya yakni pariwisata.Bahkan geliat industri pariwisata di Kabupaten Jember tidak hanya berkutat diperkotaan saja, di berbagai kecamatan seperti Tanggul, Ambulu, Pakusari dan Silo sekarang ini bermunculan hotel baru.Maraknya hotel tersebut tidak hanya memajukan industri pariwisata di Kabupaten Jember, namun disadari atau tidak bakal menyerap tenaga kerja lokal dan mengurangi jumlah angka pengangguran.

“Seperti di Aston Jember Hotel & Conference Center ini tenaga kerjanya mayoritas adalah orang Jember, adanya bangunan hotel ini manfaatnya juga dirasakan oleh masyarakat untuk bisa mendapatkan kesempatan kerja.Jadi jangan menilai hotel itu dari sisi negatifnya dan silahkan masyarakat ikut memantau keberadaan hotel apakah digunakan semestinya apa tidak demi kebaikan industri pariwisata di Kabupaten Jember kedepan , karena hal itu  itu tidak hanya  tanggung jawab dari pemerintah saja dan kota Jember ini disadari atau tidak ternyata diminati oleh wisatawan. Apalagi bulan Agustus 2013 ini mereka datang kesini berbondong-bondong untuk melihat dari dekat BBJ, apakah kita sebagai warga Jember tidak merasa bangga?,”imbuh Arif.(winardyasto)

No Response

Comments are closed.