Jember Kota Pandhalungan

PGRI Sampaikan Aspirasi, Guru Profesional Menjadi Harapan Bangsa

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jember menggelar Dialog Pendidikan bertema “Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru dalam Peningkatan Mutu Pendidikan” di Hotel Bandung Permai, Jum’at (18/11/2016) malam.

Lebih kurang 150 guru, baik dari sekolah swasta dan negeri, mengikuti kegiatan yang menjadi rangkaian HUT PGRI ke-71 tersebut. Forum guru honorer juga diundang. Hadir pula anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah, yang menerima aspirasi para guru.

Ketua PGRI Jember Supriyono menjelaskan, sebanyak 32 cabang PGRI di Kabupaten Jember mengikuti kegiatan itu. 31 cabang di tiap kecamatan dan satu cabang khusus IKIP PGRI Jember.

“(Dialog) dalam rangka menyampaikan persoalan-persoalan guru, baik guru honorer K2 maupun sukwan,” jelas Supriyono. Paling tidak, wacana ini bisa didiskusikan di tingkat dewan, sehingga apabila nanti disampaikan ke pemerintah bisa menjadi masukan.

Terkait tema yang diusung dalam dialog, Supriyono menjelaskan bahwa kesadaran kolektif di kalangan guru sangat penting. “Selama ini, hal-hal yang menyangkut persoalan guru dipikir perorangan, ini kolektif. Kita menghadapi persoalan yang sama,” tegasnya.

Persoalan yang menjadi perhatian adalah profesionalisme. Persoalan ini diharapkan dipahami oleh semua guru. “Guru profesional ini menjadi impian bangsa ini,” ungkapnya.
Tercapainya profesionalisme guru menjamin proses pendidikan sesuai harapan. “Proses pendidikan yang bermutu, proses pendidikan yang berkualitas. Ini menuntut guru yang berkualitas dan guru yang professional,” imbuhnya.

Lebih jauh Supriyono menjelaskan perlunya dukungan bagi terwujudnya profesionalisme guru tersebut. “Kesejahteraan. Jika kesejahteraan masih bermasalah, mana mereka bisa mengajar berkualitas,” tuturnya.

Kesejahteraan, lanjutnya, menjadi ranah DPR RI untuk ditingkatkan. “Hal ini yang menjadi penting,” ucap Supriyono. Regulasi terkait guru sudah ada, namun diharapkan ada tindakan konkret untuk mewujudkan kesejahteraan guru.

“Bagaimana nantinya ada political will dari pemerintah, kalau bicara guru berkualitas, harus sejahtera,” ujarnya. Salah satu kebijakan konkret yang diharapkan yakni peningkatan guru sukwan.

Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI Anang Hermasyah menyatakan banyak hal yang disampaikan oleh para guru. Namun ada satu persoalan yang menonjol yakni terkait kesejahteraan guru honorer dan sukwan.

“Bagaimana sedikit mengurai permasalahan guru yang cukup akut di dunia pendidikan kita?” ujar Anang Hermansyah usai dialog.

Anang berjanji akan menyampaikan aspirasi yang telah disampaikan para guru ke Komisi VIII yang membidangi pendidikan. “Nanti rapat bersama dengan kementerian agar mendapat jawaban yang tepat,” jelasnya. (*F2)

No Response

Leave a reply "PGRI Sampaikan Aspirasi, Guru Profesional Menjadi Harapan Bangsa"