Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Polres Jember Tangkap Pemburu Kijang

Aparat Kepolisian Resort Jember menangkap seorang pemburu hewan dilindungi jenis Kijang, Jum’at (20/1/2017). Penangkapan dilakukan di rumah di Kecamatan Tempurejo.

Kepolres Jember AKBP Kusworo Wibowo menyatakan, tersangka mengakui selama ini sebagai pemburu hewan di hutan. “Tersangka memang punya kebiasaan berburu binatang,” jelasnya. Hutan tempat berburu berada di sekitar rumah tersangka, yang dikelola oleh Perhutani.

Hasil buruan dipotong-potong dan dijual. “Dan ketika kita geledah di rumahnya ada freezer yang ada anak-anak kijang dalam kondisi mati,” ujarnya.

Temuan tersebut menjadi barang bukti tindak pelanggaran. Tersangka yang berinisial S kemudian diperiksa. Hasil pemeriksaan menyebutkan tersangka mengakui perbuatannya.

“Tersangka dikenakan undang-undang KSDA, UU no 5 tahun 90 pasal 40 juncto 21 dengan ancaman penjara 10 tahun dan denda 10 miliar,” ujar Kapolres saat rilis ungkap kasus di halaman Mapolres Jember.

Selain tersangka, barang bukti yang diamankan berupa daging kijang 7 kg, daging celeng 15 kg, serta sebuah freezer.

Selain mengungkap perburuan hewan dilindungi, Polres Jember juga mengungkap praktek jual beli hewan dilindungi di Kecamatan Bangsalsari. Dua orang diamankan dalam operasi pengungkapan kasus itu.

Kedua tersangka yakni JM, warga Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari. Pria ini berperan sebagai penjual berbagai hewan dilindungi. Tersangka lain yakni SR, warga Jl. Samanhudi, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates.

Sejumlah barang bukti diamankan, diantaranya satu ekor Kera Lutung, dua ekor burung Kakak Tua Jambul Kuning, dan tiga ekor burung Nuri. Serta uang transaksi senilai Rp. 1,6 juta.

“Pembelinya datang langsung dan melakukan transaksinya di rumah tersangka,” ujar Kapolres. Kedua tersangka dijerat pasal 21 ayat 2 huruf a juncto pasal 40 Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya.(*f2)

No Response

Leave a reply "Polres Jember Tangkap Pemburu Kijang"