Program 1 Desa 1 Ambulan, Menjadi Indikator Pelaksanaan HAM yang Baik

Satu persatu 22 Janji Kerja Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR., dan Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, terealisasikan. Kali ini, Bupati Faida dan Wakil Bupati Muqit Arief merealisasikan Janji ke 14 dari 22 Janji Kerja yang dicanangkan.

Realisasi 22 Janji Kerja Bupati Faida dan Wakil Bupati Kiyai Muqit ini, cukup membuat masyarakat Jember bangga. Betapa tidak ?. Pertama, Janji Kerja yang dicanangkan ternyata tidak hanya sebatas ‘omong doang’. Bupati dan Wabup membuktikan bahwa 22 Janji Kerja yang dibuat memang berangkat dari sebuah keinginan besar untuk membuat Kabupaten Jember lebih baik.

Dan yang tidak kalah membanggakan, ternyata Janji Kerja yang direalisasikan sangat diapresiasi oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly. “Saya sangat menyambut baik ekses kepada kesehatan, pendidikan, hak hidup, itu sebagian dari pada HAM.

Yasonna menilai, sebagai sebuah program, ini suatu keberanian besar karena menyangkut anggaran dan jumlah yang besar. Sebanyak 248 desa di Kabupaten Jember yang akan mendapatkan Ambulan Desa, dinilainya sebagai suatu komitmen untuk membuat ekses kesehatan lebih baik, dan rakyat bisa lebih cepat dalam bertindak ketika butuh layanan kesehatan.

“Saya juga dengar bupati sedang berjuang keras untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Disebutkan tadi, ambulan ditempatkan di Puskesmas Pembantu, sehingga kalau ada yang harus segera dirujuk, ada yang mengantar ke rumah sakit yang lebih besar.

Menkumham juga menilai apa yang telah dilakukan Bupati Faida dan Wabup Muqit Arief, sebagai hal yang patut didukunh dan dicontoh. Karena itu pihaknya tidak segan-segan untuk menyanggupi permintaan Bupati Faida agar datang ke Jember dalam rangka peluncuran Ambulan Desa.

“Ini sangat penting buat kita. Saya kira ini menjadi indikator pelaksanaan HAM yang baik. Makanya saya katakan kepada bupati, saya datang,” ungkap Yasonna, seraya memberi penjelasan kepada wartawan mengapa bersedia datang ke Jember untuk mengikuti sekaligus meluncurkan Ambulan Desa, padahal dirinya merupakan Menteri Hukum dan HAM.

Hal lain dari Pemkab Jember dibawah pimpinan Bupati Faida dan Wabup Kiyai Muqit, adalah komitmennya soal lapas dan kantor imigrasi yang menunjukkan kerjasama pemerintah dan daerah berjalan dengan baik. “Sinergitas ini perlu dibangun dalam rangka membangun pelayanan publik. Ekses pelayan kepada masyarakat, seperti perintah presiden, harus kuat untuk menunjukkan negara hadir. Negara hadir jangan hanya di kota-kota, tapi juga harus sampai ke pedesaan. Pada saat yg sama nanti, bantuan kepada desa akan terus kita tingkatkan untuk membuat masyarakat desa bagian dari subyek pembangunan kita,” tambahnya.

Sementara Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR., dalam masalah Peluncuran Ambulan Desa, yang berlangsung di alun-alun Jember, menjelaskan, bahwa untuk periode pertama, ambulan yang dibagikan ke desa sebanyak 40 unit. Ambulan sebanyak itu diperuntukkan bagi desa yang medan/jalannya datar.

Pada tahap berikutnya, akan diluncurkan ambulan untuk medan yang berbukit atau naik turun sebanyak 10 unit. “Bulan depan 150 ambulan, total realisasi tahun 2017 ada 200 ambulan. Sisanya yang 48 akan diserahkan pada semester pertama tahun 2018. Jadi semester 1 tahun 2018 tuntas, 1 Desa 1 Ambulan,” papar Bupati Faida.

Bantuan ambulan pada setiap desa di Kabupaten Jember ini, diharapkan oleh bupati, dapat mempercepat pelayanan. “Karena golden peliot (waktu emas) untuk pekayanan emergency tidak bisa ditukar dengan uang ataupun yang lain. Maka akses ambulan ini gratis untuk seluruh masyarakat yang membutuhkan,” tegas Bupati. (Izza, Indra GM)

No Response

Comments are closed.