Jember Kota Pandhalungan

Prospek Kopi dan Kakao, Inovasi dan Varietas Kopi

puslit kopi kakaoPusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia didirikan pada 1 Januari 1911 dengan nama waktu itu Besoekisch Proefstation. Setelah mengalami beberapa kali perubahan baik nama maupun pengelola, saat ini secara fungsional Puslitkoka berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian Republik Indonesia, sedangkan secara struktural dikelola oleh Lembaga Riset Perkebunan Indonesia – Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia (LRPI – APPI). Di Indonesia pusat peneletian kopi dan kakao indonesia hanya ada di kabupaten Jember. Tugas dan Pokok yang dilakukan oleh Pusat penelitian kopi dan kakao Indonesia yakni melakukan penelitian guna mendapatkan inovasi teknologi di bidang budidaya dan pengolahan hasil kopi dan kakao, melakukan kegiatan pelayanan kepada petani/pekebun kopi dan kakao di seluruh wilayah Indonesia guna memecahkan masalah dan mempercepat alih teknologi, membina kemampuan di bidang sumberdaya manusia, sarana dan prasarana guna mendukung kegiatan penelitian dan pelayanan. Selain itu Pusat penelitian kopi dan kakao Indonesia  juga sebagai penyedia data dan informasi yang berhubngan dengan kopi dan kakao. Sejak berdiri pada tahun 1911, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia berkantor di Jl. PB. Sudirman No. 90 Jember. Salah satu hasil penelitian yang dilakukan yakni membudidayakan semut sebagai pemberantas hama. Kopi dan kakao adalah dua komuditas yang mempunyai prospektif untuk komuditas ekspor. Jember bnyak memproduksi kopi,sedangkan kakao bnyak diproduksi di daerah selatan jawa timur. Bank tanam yang unggul untuk kopi yakni robusta dan arabika. Kopi jenis robusta memiliki kadar kafein lebih tinggi dibandingkan kopi jenis arabika. Salah satu faktor yang mempengaruhi tanaman kopi yakni faktor lahan dan iklim/cuaca. Jika masyarakat ingin mengetahui hasil-hasil dari kopi dan kakao,masyarakat dapat datang langsung ke kaliwining dekat kebun renteng atau datang langsung ke kantor Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia Jl. PB. Sudirman.

Perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat, utamanya kepada masyarakat yang tidak toleran kepada kafein tentang kopi rendah kafein yang baru-baru  ini di produksi. Dekafeinnasi adalah kegiatan melakukan pemisahan kafein dengan biji kopi . Menurut survei,di Jember kopi rendah kafein mencapai harga 750 ribu per kilonya. Bukan hanya kopi, Kafein mempunyai pasar sendiri yang cukup banyak. Pusat peneletian kopi dan kakao Indonesia memproduksi kopi rendah kafein dalam bentuk jel. Indonesia dapat menghasiilkan kopi sebanyak 700 hingga 800 ton per hektarnya. Lembaga pusat penelitian kopi dan kakao mendapat penghargaan PUI 2013/2014 untuk kopi dan kakaonya

No Response

Comments are closed.