Jember Kota Pandhalungan

Proyeksi Kenaikan Pendapatan Berdasar Historis Realisasi Anggaran

Proyeksi untuk sebuah anggaran didasarkan pada data historis tentang realisasi kinerja anggaran pada periode sebelumnya.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief dalam Rapat Paripurna DPRD Jember, Sabtu (03/12/ 2016).

“Dengan asumsi untuk menghindari gap antara rencana dan realisasi yang dicapai,” jelas Wabup.

Sebagaimana diketahui proyeksi kenaikan pendapatan daerah pada tahun 2017 sebesar 2,02% dari Rp. 3,4 triliun menjadi Rp. 3,5 triliun.

Lebih jauh dijelaskan, nilai agregat pendapatan dan belanja yang kenaikannya berkisar 2% tersebut, dalam konsep penganggaran, terutama pendapatan, harus menganut asumsi-asumsi yang feasible dan dapat dicapai hingga akhir tahun anggaran.

Begitu pula dengan belanja daerah untuk menjaga keseimbangan fiskal dan keuangan daerah yang sehat,” ujar Wabup.

Artinya, dengan kenaikan pendapatan dan belanja yang relatif berimbang merupakan salah satu instrumen penerapan kaidah-kaidah keuangan daerah yang baik.

Nilai kenaikan pendapatan yang relatif tidak signifikan itu sesuai dengan peraturan yang berlaku selama ini.

Dasar yang selalu digunakan untuk data proyeksi, lanjut Wabup, juga mempertimbangkan pola incremental budgeting.

Yakni, data hasil revisi anggaran (P-APBD) tahun berjalan untuk menentukan anggaran tahun yang akan datang.

Tentang pengalihan anggaran pada program-program tertentu untuk mempercepat kenaikan pendapatan daerah, menurut Wabup, hal tersebut merupakan bagian dari program diversifikasi sumber-sumber pendapatan daerah yang akan terus digali dan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Jember. (*F2)

No Response

Leave a reply "Proyeksi Kenaikan Pendapatan Berdasar Historis Realisasi Anggaran"