Raperda P-APBD 2018, Wabup Sampaikan Jawaban Pemandangan Umum Fraksi-fraksi

This slideshow requires JavaScript.

Waki Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief memberikan jawaban terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi di DPRD Jember atas rancangan perubahan APBD 2018, dalam rapat paripurna DPRD Jember, Selasa (18/9/2018).

“Pembangunan infrastruktur bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas barang dan jasa sehingga dapat meningkatkan perekonomian daerah tanpa meninggalkan pembangunan sektor-sektor prioritas lainnya, misalnya pendidikan dan kesehatan,” kata Wabup Kiai Muqit, terkait pembangunan infrastruktur.

Tentang pendapat yang menyebut kurang berfungsinya resi gudang, dijelaskan sistem Resi Gudang di Kabupaten Jember sejak beroperasi pada tahun 2014 dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Data yang ada, sampai saat ini telah diterbitkan 11 resi dengan jumlah komoditas yang disimpan sebanyak 224,33 ton dengan nilai komoditas sebesar Rp. 1,33 milyar. Jumlah tersebut relatif kecil, mengingat pada saat panen raya, harga cenderung stabil.

Terkait pembangunan jalan dan jembatan, Wabup menjelaskan pembangunan jalan dan jembatan sudah dilaksanakan sesuai dengan waktu pelaksanaan serta melihat tingkat kesulitan pembangunannya.

“Untuk pembangunan di kawasan pinggiran sudah diperhatikan sesuai usulan masyarakat melalui Musrenbang dan skala prioritas serta kemampuan APBD,” ujarnya.

Soal tingginya angka buta aksara, Pengasuh Ponpes Al Falah Silo ini menjelaskan masih tingginya buta aksara di Kabupaten Jember menjadi perhatian dan prioritas Pemerintah Kabupaten Jember.

Percepatan pengentasan buta aksara dilaksanakan program gerakan keaksaraan terpadu yang melibatkan seluruh unsur, potensi, dan komponen masyarakat baik secara perorangan maupun secara.

Penanganan terhadap buta aksara memerlukan program yang berkesinambungan, karena ada potensi warga belajar yang kembali menjadi buta aksara.

Oleh karena itu, dilaksanakan program peningkatan budaya baca masyarakat dengan membentuk taman bacaan masyarakat guna meningkatkan tingkat literasi sehingga akan menjaga persentase angka melek huruf dengan partisipasi lintas sektor melalui kegiatan gugur gunung dan gropyokan yang melibatkan mahasiswa, sukarelawan, dan masyarakat.

Menanggapi  pernyataan dan pertanyaan pelayanan administrasi kependudukan di Dispendukcapil, Wabup pelayanan administrasi kependudukan melalui  Gerakan Indonesia Sadar Adminduk   (GISA) telah memberikan pengaruh yang sangat besar bagi masyarakat tentang arti pentingnya Dokumen Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kabupaten Jember. Masyarakat sangat senang dengan adanya cetak langsung dan dokumen dapat diterima pada saat itu juga.

Masyarakat yang datang ke Dispendukcapil adalah wujud kesadaran masyarakat akan arti pentingnya dokumen kependudukan dan pencatatan sipil. Kantor Dispendukcapil berlokasi di tengah tengah antara kampus, sekolah, perkantoran, pertokoan, serta pedagang kaki lima, sehingga seringkali kemacetan pada jam-jam sibuk.

Terhadap  pendapat agar Perubahan APBD 2018 harus mengarah kepada kebijakan yang pro-rakyat, hal ini sudah diterjemahkan dalam rancangan Perubahan APBD 2018 sesuai dengan rumusan kebijakan pembangunan daerah baik RPJMD, Renstra OPD, RKPD, Renja serta KUPA dan PPAS Perubahan 2018 yang secara konsisten diterjemahkan ke dalam program kegiatan yang berpihak kepada peningkatan pelayanan publik  dan kesejahteraan rakyat. (izza/*f2)

No Response

Leave a reply "Raperda P-APBD 2018, Wabup Sampaikan Jawaban Pemandangan Umum Fraksi-fraksi"