RAUP REJEKI DARI BUAH SEMANGKA

947 views

Jember termasuk salah satu wilayah strategis, bagaimana tidak, jika seluruh tumbuhan , tanaman, sayur mayur serta buah-buahan dapat tumbuh subur disini. Jadi tak heran jika di Jember dapat ditemui dengan mudah berbagai tanaman horti.
Karena itu, masyarakat yang sebagian besar bermatapencaharian sebaga petani , benar-benar memanfaatkan lingkungan yang sangat mendukung ini, seperti masyarakat di daerah Puger misalnya, yang saat ini mulai membudidayakan buah semangka.

Hal itu dikarenakan bisnis buah semangka dianggap menjanjikan dan berprospek baik sehingga masyarakat di wilayah Puger serius menekuni bisnis buah semangka ini.Benar saja, buah semangka memang memiliki prospek baik, selain harganya yang murah, rasa buahnya yang segar menarik perhatian pembeli.
Selain itu, semangka banyak diminati karena memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, seperti mengurangi terjadinya kerusakan ginjal dan pembentukan batu ginjal. Kalium yang sangat membantu pembersihan racun-racun di ginjal, mengurangi konsentrasi jumlah asam urat, dan masih banyak lagi manfaat yang ada pada buah semangka, Jadi tak salah pilih, jika masyarakat puger semakin mengembangakn peluang bisnis ini.

Ir.Sutrisno, selaku Camat Puger, mengatakan bahwa Potensi dibidang pertanian di (puger) untuk bidang pertanian , memang mata pencaharian penduduk ada sekitar 60% penduduk bermata pencaharian pertanian , juga bidang industri dan perikanan yang berpotensi . untuk di puger , pertanian yang paling berpotensi adalah padi, perkebunan, , dan hortikultura, salah satu contoh di desa mojosari yang dulunya potensi tanah tegal itu untuk tanaman kedelai sekarang sudah banyak beralih ke tanaman hortikultura yaitu semangka”
Ia juga menjelaskan bahwa ada sekitar 250 hektar potensi semangka, khususnya di Desa mojosari dan Desa mojomulyo,dan perguliran keuangan sekitar 60-100 milyard hanya khusus untuk tanaman semangka.
Hal itu juga dijelaskan Kepala Dinas Pertanian, Hari Wijayadi, bahwa di Jember saat ini sudah berkembang tanaman, banyak petani yang berpindah ke komoditas-komoditas lain yang lebih menguntungkan , seperti hortikultura, karena prospeknya sangat bagus, selain itu kebijakan ditutupnya untuk buah impor menjadi salah satu factor pendukung bagi para petani, jadi buah impor mulai hilang dipasaran.

“Begitu hilang dipasaraan, petani buah jeruk, semangka, pepaya ikut merasakannya naiknya harga , dibeberapa lokasi sudah merasakan itu, kedepan meski fokus pada padi jagung dan tanaman pangan,bahwa program pemerintah harus swasembada kedelai, tapi disisi yang lain, kita harus meningkatkan pendapatan para petani, untuk bunga itu masuk di komoditas pertanian, mudah-mudahan itu juga bagus kedepannya, karena melihat kebutuhan pasar dijember yang baik”
Selain semangka, para petani saat ini juga muai mengembangkan jenis buah-buahan lain, seperti di daerah arjasa yang juga mulai mengembangkan buah epaya, dengan duungan yang baik dari Pemkab, maka tak khayal jika Jember juga akan dikenal sebagai sentra buah.

Dijember sekarang ini mulai berkembang jenis-jenis tanaman, kalau dulu pusatnya padi, jagung , kedelai, sampai sekarang tetap bertanama itu.
Sekarang kita kembangkan horti, seperti jeruk dan semangka di kecamatan puger , itu sekali tanam 350 hektare dan memasok pasaran surabaya dan jakarta. Semangka , pepaya dikirim ke banyuwangi dan bali. Silahkan poara petaniu dengan UUD 12 tentang budidaya, hak anda menanam , tapi harus ingat tidak hanya sekedar menanam juga harus merawat, ketika merawat dengan biaya terntentu juga harus meningkatkan pendapatan. (Fera Dwi Aprilianti)

No Response

Comments are closed.