Jember Kota Pandhalungan

Realisasikan Janji Kerja, Bupati Gandeng ISEI dan IAI.

Sebagai bagian dalam mewujudkan atau merealisasikan janji kerjanya, Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR., menggandeng Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Ikatan akuntan Indonesia (IAI) wilayah Jawa Timur. Hal ini terungkap pada saat audiensi diruang rapat Pemkab Jember, yang dihadiri oleh Bupati Jember, Ketua ISEI Dr. M. Fathorazzi, MSi., dan pengurus ISEI, dr. Khairun Nisa Husari, Bendahara sekaligus sekretaris IAI Jember. Ketua IAI Jatim Prof. Drs. Tjiptohadi S.,M.Ec.,Ph.D.,CPA.,CA, bersama rombongan Universitas Airlangga, komisariat IAI Jember dan Jatim, Plt. Sekretaris Kabupaten, Drs. Bambang Haryono, Asisten Ekbang dan Kesra, Moh. Thamrin, dan masing-masing kepala SKPD, Selasa siang (21/6/2016).

Terkait dengan maksud memberikan Sumbang pikiran terhadap pengembangan ekonomi di Jember masa depan adapun saran dari ISEI yang disampaikan, yang telah dianalisa dan dikembangkan dari program kerja Bupati Jember, yaitu program ke-8, mengembangkan warung berjaringan ISEI mencoba mengaitkan beberapa teori yang dipunya didalam sistem ekonomi pancasila, BUMS seperti warung tidak boleh dibiarkan bersaing begitu tajam sehingga saling membunuh tetapi harus bekerja sama untuk mencapai kesejahteraan bersama yakni berjamaah atau berkelompok melalui campur tangan BUMN atau pemerintah.

“Mereka harus berintegrasi secara vertikal yakni produsen dan pedagang harus menjadi satu. Sehingga pada intinya produsen menjual kepada pedagang atau warung yang dimilikinya sendiri maka akan terdapat banyak manfaat yang akan muncul. Karena efisiensi lebih tinggi dapat diperoleh warung berjaringan maka harga yang diciptakan akan dapat ditentukan lebih rendah daripada yang seharusnya atau warung berjaringan dapat menciptakan social price. Dengan tahapan pelaksanaan satu penyusunan regulasi, dua sosialisasi program, pelatihan, dan implementasi.” Ujarnya.

Penyusunan regulasi yaitu sasaran 1000 warung selama 5 tahun, ditempuh dengan 200 warung /tahun, dan tahun 1 setiap kecamatan 1 warung, dan program yang ke 15 mendorong laju perekonomian dan investasi daerah serta memperluas lapangan kerja. 

Langkah pentingnya Bupati Faida harus tahu proses terbentuknya UMK, manfaatnya Pemda tidak mudah terprovokasi, Pemda lebih arif dalam mengusulkan UMK, Bupati dapat mengajukan saran pada menteri dan seterusnya.

Yang kedua disampaikan dr. Khairun Nisa Husari tentang menakar peluang kabupaten Jember menjadi destinasi wisata halal indonesia dan dunia, yaitu wisata alam, wisata kreasi, wisata edukasi dan minat khusus, wisata belanja, wisata sejarah dan religi, wisata kuliner, wisata bahari, dan terdapat 309 pondok pesantren.

“Dan untuk menunjukkan wisata halal tidak hanya wisata religi dan bisa untuk disinergikan dengan warung berjaringan, tapi semua program yang,” jelasnya.

Sementara itu Yang ketiga disampaikan oleh Tjiptohadi, Ketua IAI Jatim dengan maksut dan tujuan menindaklanjuti pembicaraan Bupati dengan Ketua IAI Jatim pada acara KRA 3. “Mengenalkan program-program IAI jatim meliputi pelatihan dan bimbingan teknis, penelitian maupun pendampingan dan pemberdayaan masyarakat, pelarian dan bimbingan teknis manajemen pengelolaan keuangan desa, program uji standar keahlian akutansi untuk SMA dan SMK.

Setelah mendengarkan penjelasan para pihak, Bupati Jember menyampaikan berkaitan dengan 22 janji kerja. Bupati yang berbicara bagaimana program 1 desa 1 dosen itu terakomodir dengan baik dan persis dengan kebutuhan dan masyarakat. “Persis dengan kebutuhan yang ada, bagaimana setiap kegiatan dan setiap gerak langkah bapak ibu dalam keterlibatanya betul-betul efektif dan meningkat untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Untuk itu forum seperti tersebut, akan lebih banyak dibuat karena suksesnya program adalah suksesnya perencanaan dan sukses dalam penyatuan visi misi. Dalam forum ini tidak bisa mencapai kesepakatan dalam satu kali, maka akan diadakan forum berikutnya. yang jelas terkait yang dibahas dan disambungkan dengan SKPD yang ada. Yang dirangkum Bupati untuk masalah keahlian kompetensi akutansi sendiri di seluruh SKPD Pemkab Jember, tidak seluruhnya ada tenaga akuntan. Dan tenaga akuntasi yang berada pada tempat yang tidak tepat akan ditarik dan di upgrade. Bupati Jember yakin membangun Jember adalah membangun SDM-nya, dan akan segera ditindak lanjuti semua.

“Kemudian untuk adminitrasi keuangan didesa ditetapkan dari pemdes juga untuk bertemu disini, kemarin ada 24 desa yang belum mengajukan pencairan karena administrasinya tidak dibereskan,” jelasnya. Selanjutnya untuk warung berjaringan, Bupati sepakat ekonomi dibangun dari pinggiran berbasis ekonomi kerakyatan maka warung ini akan menjadi milik rakyat.

“Yang perlu menjadi pemikiran organisasi ini, bahwa warung ini menjadi lemah karena berjalan sendiri sendiri, warung yang dipunyai secara individu,” imbuhnya.

Bupati ingin warung berjaringan tidak berbasis individu tetapi berbasis kelembagaan. Dan berharap warung berjaringan ini dengan sistem yang modern. (Mutia)

No Response

Leave a reply "Realisasikan Janji Kerja, Bupati Gandeng ISEI dan IAI."