Realisasikan Janji Kerja, Ribuan Siswa Miskin Terima BKSM Dari Bupati

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., menyampaikan realisasi 22 Janji Kerja kepada sedikitnya 7.825 pelajar, utamanya terkait dengan pendidikan.

Hal itu disampaikan dalam silaturahmi di dua pondok pada Selasa (19/12/2017), yakni di Pondok Pesantren Darul Hikmah, Kranjingan, Sumbersari, dan Pondok Pesantren Darul Arqom, Kecamatan Balung.

Sebagaimana diketahui, pelajar menjadi salah satu sasaran 22 Janji Kerja Bupati – Wakil Bupati. Karena itu, silaturahmi itu juga dimanfaatkan untuk merealisasikan program pemerintah, yakni Bantuan Khusus Siswa Miskin (BKSM).

Terkait bantuan ini, Bupati menjelaskan adanya kendala yang sempat muncul. Pada 2016, siswa SMA/SMK/MA gratis sekolah karena biaya dianggung Pemkab. Saat dicanangkan sekolah gratis, ada tambahan peningkatan sekitar 1.600 siswa baru.

Namun, pada 2017, kewenangan sekolah lanjutan atas ini ditarik oleh pemerintah provinsi sehingga siswa harus kembali membayar. Bupati pun kuatir 1.600 itu putus sekolah.

Sebagai solusi, Pemkab Jember memprogramkan BKSM. “Karena siswa penerus masa depan bangsa, dan masa depan Jember,” tutur Bupati.

BKSM tidak hanya untuk siswa di bawah naungan Dinas Pendidikan, namun juga sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. Negeri maupun swasta.

Jumlah siswa penerima BKSM sebanyak 12.825 siswa. “Karena yang sekolah juga anak Jember,” jelas Bupati Faida untuk menghilangkan dikotomi yang terjadi selama ini.

Dana ditransfer langsung ke rekening siswa. Buku tabungan pun diberikan secara langsung. Besaran dana yang diterima siswa mencapai Rp. 1,2 juta yang dicairkan dua tahap.

Terkait penyerahan secara langsung ini, Bupati Faida kembali menegaskan komitmen pemerintahan bersih dari korupsi.

Penyaluran dan penyerahan secara langsung ini untuk menutup celah terjadinya pungutan liar, karena pungli juga termasuk korupsi. “Kita sudah perang dengan pungli,” kata Bupati Faida.

Bupati pun berpesan kepada para siswa untuk memanfaatkan uang dengan bijaksana, untuk menunjang pendidikan hingga selesai.

Bagi siswa yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi, Bupati menjelaskan adanys program 5.000 beasiswa bagi mahasiswa asal Jember. Tidak hanya uang kuliah, biaya hidup untuk kuliah juga dibantu oleh pemerintah.

Bantuan biaya kuliah diberikan sesuai jumlah biaya di masing-masing perguruan tinggi. Sementara biaya hidup sebesar Rp. 750 ribu tiap bulan, sehingga mencapai Rp. 9 juta dalam setahun.

Bupati juga menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo, bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi hingga S2 dan S3 akan dibantu pemerintah pusat.

Program untuk membangun sumber daya manusia ini tidak berhenti sampai disitu. Pemerintah juga membantu kacamata bagi siswa yang membutuhkan. “Jadi, jangan karena alasan miskin tidak sekolah,” pesan Bupati.

Pihak sekolah maupun pondok pesantren pun diminta pro aktif untuk menyekolahkan anak anak usia sekolah, karena biayanyanya akan ditanggung pemerintah kabupaten. (Mutia/*f2)

No Response

Comments are closed.