Renovasi Tiga Pasar, Awal Jember Menuju Smart City

1653 views

Obsesi besar tengah dilambungkan Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR., Dalam rangka mewujudkan Jember Smart City, Bupati Faida, merenovasi pasar rakyat yang ada di Kabupaten Jember.

Tahap awal, untuk meraih impian itu, pagi tadi dilaunching renovasi tiga pasar tradisional yang akan menggunakan e-retribusi. Ketiga pasar tradisional itu antara lain, Pasar Mangli, Pasar Patrang dan Pasar Umbulsari.

Bupati Faida menyampaikan bahwa “Pasar adalah sebuah kebutuhan bersama dalam keadaan apapun pasar, seperti becek, bau dan kotor, tapi pasar tetap ramai didatangi masyarakat. Untuk itu secara bergantian pasar direnovasi, salah satunya Pasar Mangli yang sudah direnovasi tahap awal,” ujar Bupati Faida, dalam acara Launching Kartu e-Retribusi di Pasar Mangli, Jember, Rabu (27/12/2017).

Ditingkatkannya pasar tradisional menjadi pasar dengan e-retribusi ini, menurut bupati, tidak akan merubah fungsi dari pasar itu sendiri. Pasar tradisional, tetap menjadi pusat pasarnya rakyat untuk pasar Mangli dan sekitarnya.

Hanya saja, dalam konsep bagus dan modern, Jember menjadi salah satu Kabupaten yang memiliki MoU mengenai e-retribusi yang penandatanganannya dilakukan di pusat.

“Hari yang bahagia bagi pedagang pasar di Jember karena akan memiliki kartu pedagang, kartu yang digunakan oleh pedagang pasar dalam membayar retribusi secara elektronik. Ke depan, pasar ini diharapkan dapat hidup hingga malam hari, juga bisa berkuliner dengan musiknya. Selamat kepada pedagang yang telah menerima kartu retribusi,” ucap bupati.

Tiga pasar yang direnovasi ini, menjadi awal sekaligus sebagai percontohan. Renovasi pasar tradisional yang merupakan hasil kerjasama dengan BTN ini, menjadikan Jember sebagai kota ke 2 setelah Solo, yang memberlakukan e-retribusi untuk pasar tradisionalnya.

“Hanya menempelkannya saja pada mesin, dalam beberapa saat transaksi sudah selesai dan laporannya bisa dibaca oleh bupati dan kadisperindag dengan realtime, sehingga petugas yang biasanya nagih, bisa melakukan tugas yang lain,” terang Bupati Faida.

Pemberlakuan e-retribusi ini juga untuk menghindarkan dari penyelewengan dan fitnah-fitnah menuju perubahan. Selain juga untuk meninggalkan hal-hal yang tidak jelas, seperti pungli yang tidak ada payung hukumnya.

Kartu pedagang yang juga bisa dipantau di kantor BTN, menjadi suatu awal untuk membantu mendapatkan permodalan yang lebih, supaya usahanya lebih maju, omset lebih besar dan pedagangnya sejahtera.

Joni Prasetyanto, Kakanwil BTN, mendukung antusias Bupati Jember untuk membesarkan kota Jember dalam menggerakkan roda perekonomian di masyarakat. Tujuan dari smart card e-retribusi ini, baik pedagang maupun pemerintah, bisa melakukan kontrol dari sisi transaksi.

“Banyak manfaat pada penggunaan e-retribusi, baik bagi pemerintah maupun bagi pedagang. Diantaranya transaksi yang transparansi, menghindari penggunaan uang palsu dan terjadinya tindak kejahatan,” papar Joni.

Pada acara launching ini, Bupati Faida menyerahkan kartu e-retribusi serta mencoba langsung fungsi kartu dan mesin e-retribusi bersama pedagang. (Izza, Indra GM)

No Response

Comments are closed.