Jember Kota Pandhalungan

Ribuan Guru dan Penilik Meriahkan Hari Aksara

Keceriaan mewarnai wajah para guru dan penilik yang berkumpul di Alun-alun Jember, Jum’at (18/11/2016) pagi. Seragam yang berwarna warni menambah kemeriahan kebersamaan itu.

Ribuan orang itu berasal dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Mereka sedang memeriahkan peringatan Hari Aksara Internasional (HAI), HUT PGRI, dan Gebyar Penilik yang tahun ini dipusatkan di Kabupaten jember.

Ketua Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Jawa Timur, Khoirul Muttaqin menjelaskan, HAI tahun ini merupakan peringatan ke-51. Sementara HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang ke-71. Untuk Gebyar Penilik tahun ini memasuki tahun kesepuluh.

“Kedepan, kami berharap kekompakan se-Jawa Timur, khususnya para penilik,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Bukan hanya kekompakan, pihaknya berharap ada peningkatan kinerja para penilik pada tahun-tahun berikutnya. “Setelah itu meningkat kinerjanya, akhirnya penilik menjadi pejabat pengendali mutu,” ujarnya.

Penilik, lanjutnya, memiliki tugas sebagai penjamin mutu sebagaimana tertuang dalam Permen PAN dan RB 14 tahun 2010. “Menjadi lebih professional, bermartabat dan akhirnya bisa sejahtera,” ungkap pria asal Blitar ini.

Sementara itu, salah seorang penilik dari Kabupaten lamongan Sahlul Muarikh mengucapkan selamat Hari Aksara Internasional dan Gebyar Penilik. “Semoga dengan meresposisi dan merekontruksi Penilik yang profesional bermartabat dan sejahtera,” ujarnya.

“Kita sebagai penilik telah melaksanakan kegiatan sebagai manajerial pengendali mutu dan evaluasi dampak program pendidikan non formal dan informal sesuai Permen PAN RB no 10 2013 dan no 14 2016 tentang aparatur sipil negara dan evaluasi dampak,” jelasnya.

Meski demikian, Sahlul memberikan catatan penting yang perlu diperhatikan. “Hanya saja dukungn pusat dan daerah belum maksimal, terutama peningkatan kesejahteraan penilik dan guru pendidikan non formal,” ujarnya. (*f2)

No Response

Leave a reply "Ribuan Guru dan Penilik Meriahkan Hari Aksara"