Download Logo HUT RI 72

RS Soebandi

5839 views
HUT RI 72

RSUD. Dr. SOEBANDI
Jl. Dr. Soebandi No. 124 Jember – Jawa Timur
Telp. : (0331) 487564 – Fax. : (0331) 487564
Email : soebandi@pdpersi.co.id
Website : www.pdpersi.co.id/soebandi

LATAR BELAKANG

Informasi sejarah secara pasti yang menyatakan berdirinya RSUD Dr. Soebandi tidak banyak diketahui, hanya rumah sakit dahulu sebelum tahun 1963 berada di Jalan Nusa Indah yang sekarang menjadi Rumah sakit Paru. Dipindahnya rumah sakit kelokasi yang baru yaitu di Jalan Dr. Soebandi Nomor 124 adalah disediakannya lahan tanah dan bangunan yang cukup untuk pengembangan rumah sakit selanjutnya. Luas tanah RSUD Dr. Soebandi Jember seluruhnya 43.722.00 m2, sedang luas gedung / bangunan hanya menempati sepertiga lahan tersebut yaitu :
14. 776,67 m2.

RSUD Dr. Soebandi Kabupaten Jember merupakan rumah sakit kelas B Non Pendidikan yang ditetapkan sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1162/Menkes/SK/IX/1992. RSUD ini adalah Unit Pelaksana Teknis Kabupaten sehingga merupakan milik Pemerintah Kabupaten Jember. Sejak tahun 1998 Rumah Sakit ini telah menjadi Rumah Sakit Swadana Daerah berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 445.35 – 1140 tahun 1998.

RSUD Dr. Soebandi ditetapkan menjadi rumah sakit pusat rujukan untuk wilayah bagian timur Propinsi Jawa Timur meliputi empat Kabupaten sekitar Jember yaitu Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Lumajang dengan cakupan seluruh penduduknya sekitar 8 juta jiwa. Sebagai rumah sakit rujukan dengan letak RSUD Dr. Soebandi yang berada di tengah kota Jember cukup strategis karena berada pada titik sentral dari 4 (empat) Kabupaten diatas.

Dengan demikian peranan rumah sakit ini cukuplah penting, karena lokasinya yang cukup jauh 200 km dari rumah sakit pusat rujukan Propinsi Jawa Timur yaitu RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Di kawasan timur daerah Jawa Timur merupakan kawasan yang rawan terjadi bencana alam misalnya : banjir, gelombang Tsunami, gunung berapi, serta jalur transportasi darat yang padat antara Surabaya dan Bali.

Peningkatan status menjadi rumah sakit kelas B Pendidikan sudah sangat mendesak karena pada saat ini Universitas Jember telah mendirikan Program Studi Pendidikan Dokter. Adanya ikatan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Jember dengan Universitas Jember, bahwa RSUD Dr. Soebandi akan dijadikan rumah sakit pendidikan utama dan membangun jaringan dengan rumah sakit sekitar Kabupaten Jember sebagai rumah sakit pendukung, rencana kunjungan visitasi oleh DEPKES RI direncanakan pada akhir bulan Juni 2002. Sejak tahun 1992 RSUD Dr. Soebandi telah digunakan sebagai lahan praktek pendidikan dokter mudah dari Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya hingga sekarang ini.
MISI

  • Menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan bermutu sesuai standar pelayanan rumah sakit.
  • Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan serta penelitian kesehatan.
  • Menyelenggarakan manajemen Rumah Sakit yang mandiri secara efektif dan efisien.
  • Memberikan pelayanan kesehatan kepada segenap masyarakat secara menyeluruh dan bermutu.
  • Memberikan pelayanan rujukan kesehatan bagi rumah sakit dengan perlatan canggih di sekitar wilayah eks Karesidenan Besuki.

VISI

Menjadi Rumah Sakit unggulan di wilayah Jawa Timur bagian timur, yang mandiri, mengikuti kemajuan IPTEK kesehatan, menyelenggarakn Diklit kesehatan, serta mampu melayani segenap lapisan Rumah Sakit lain secara berdaya guna dan berhasil guna.
FILOSOFI

Penyelenggaraan RSUD Dr. Soebandi Jember berazaskan Pancasila dan UUD 1945, mengutamakan peri kemanusiaan yang berdasarakan Ketuhanan yang Maha Esa, manfaat, usaha bersama dan kekeluargaan, adil dan merata, Peri kehidupan dalam keseimbangan serta kepercayaan akan kemampuan dan kekuatan sendiri dimana kepentingan masyarakat lebih diutamakan daripada kepentingan individu.
BUDAYA KERJA Senyum, ramah, sopan, adalah budaya pelayanan kami.

MOTTO Pelayanan cepat, tepat, bermutu, ramah dan manusiawi.

 

FASILITAS PELAYANAN RSUD Dr. SOEBANDI – JEMBER

Fasilitas pelayanan yang tersedia untuk melayani kesehatan masyarakat, di RSUD Dr. Soebandi adalah sebagai berikut :
PELAYANAN RAWAT JALAN :

  • Poliklinik Penyakit Anak,
  • Poliklinik Penyakit Kandungan dan Kebidanan,
  • Poliklinik Penyakit Dalam
  • Poliklinik Bedah (terdiri; Bedah Umum, Bedah Saraf, Urologi dan Bedah Mulut),
  • Poliklinik Penyakit Mata,
  • Poliklinik Penyakit THT,
  • Poliklinik Penyakit Jantung,
  • Poliklinik Penyakit Paru,
  • Poliklinik Penyakit Saraf,
  • Poliklinik Penyakit Orthopaedi,
  • Poliklinik Jiwa (psikiatri),
  • Poliklinik Penyakit Kulit dan Kelamin.
  • Polilklinik Psikologi,
  • Poliklinik Gigi dan Mulut
  • Poliklinik Rehabilitasi Medik
  • Poliklinik Keluarga Berencana
  • Poliklinik Penyakit Kanker
  • Poliklinik Laktasi
  • Poliklinik Hemodialisa
  • Poliklinik Gizi.
  • Instalasi Gawat Darurat.

PELAYANAN RAWAT INAP Ruangan pelayanan rawat inap yang tersedia sebanyak 275 buah tempat tidur dengan perincian sebagai berikut :

  • Ruangan Pavilyun I, 4 tempat tidur
  • Ruangan Pavilyun II, 8 tempat tidur
  • Ruangan Pavilyun III, 21 tempat tidur
  • Ruangan Kelas I, 18 tempat tidur
  • Ruangan Kelas II, 62 tempat tidur
  • Ruangan Kelas III, 168 tempat tidur
  • Ruangan ICU/ICCU, 4 tempat tidur.

PELAYANAN RAWAT DARURAT

Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat terdapat; ruangan operasi 2 ruang, terdapat ruang triase, ruang observasi, ruang post operasi (ROI) dengan kapasitas 4 tempat tidur. Diupayakan dalam waktu 3 sampai 5 tahun Instalasi Gawat Darurat ini sebagai pusat penanganan trauma di wilayah timur Provinsi Jawa Timur.

    PELAYANAN PENUNJANG

Instalasi penunjang yang ada di RSUD Dr. Soebandi adalah sebagai berikut:

  • Instalasi Radiologi yang mempunyai peralatan untuk pemeriksaan; CT Scan, Mammografi, Foto Rontgen (Panoramic, C-Arm, Thorax, USG, dll.)
  • Instalasi Laboratorium klinik mempunyai peralatan untuk pemeriksaan; Helicobackter, Bone Densitometer, Darah lengkap, dll.
  • Instalasi Laboratorium Pathologi Anatomi.
  • Instalasi Farmasi.
  • Instalasi Sanitasi,
  • Instalasi Gizi,
  • Instalasi Pemeliharaan Sarana rumah sakit,
  • Instalasi Perawatan Jenazah.
  • Pelayanan Ambulance / Kereta Jenazah.

PELAYANAN UNGGULAN RSUD Dr. SOEBANDI – JEMBER

PELAYANAN BEDAH SYARAF

  • Pendahuluan
    Dengan bertambahnya dokter spesialis bedah saraf maka pelayanan di RSUD Dr. Soebandi mempunyai produk layanan baru, yang juga merupakan unggulan mengingat dokter spesialis bedah saraf ini merupakan satu-satunya dokter spesialis Bedah Saraf yang ada di wilayah eks karesidenan Besuki. Pelayanan kepada pasien dengan penegakkan diagnosis yang didukung peralatan canggih seperti CT-Scan yang telah ada di rumah sakit semakin mendukung produk layanan ini. Pelayanan ini juga dapat menerima pasien rujukan untuk pemeriksaan dan perawatan dari rumah sakit luar RSUD Dr. Soebandi baik rumah sakit swasta ataupun pemerintah.
  • Tujuan
    1. Memberikan pelayanan medis kepada pasien baik RSUD Dr. Soebandi ataupun dari rumah sakit lain disekitarnya maupun sewilayah eks karesidenan Besuki.
    2. Menjadi suatu produk unggulan rumah sakit yang produktif dan mendukung keseluruhan pelayanan yang ada RSUD Dr. Soebandi.
    3. Memberikan manfaat bagi rumah sakit sebagai salah satu pusat pendapatan, dengan melakukan efisiensi pelayanan yang di dukung dengan peralatan medik canggih yang merupakan keunggulan rumah sakit.
    4. Meningkatkan utilisasi alat medis untuk pelayanan sehingga dapat terpakai dan dapat beroperasi dalam keadaan baik, aman, layak dan berumur panjang.
    5. Mendekatkan pelayanan rumah sakit yang baik, serta efektif dan efisien, sehingga mengurangi angka kematian karena cedera otak/kepala ataupun angka rujukan ke Surabaya.
  • Sumber Daya
  1. Tenaga :
    Dokter spesialis Bedah Saraf satu orang, yang dibantu oleh perawat-perawat yang mempunyai keterampilan untuk tindakan bedah dan kegawat daruratan medik.Telah ada dokter spesialis anestesi dan perawat anestesi yang merupakan tim pendukung untuk terlaksananya tindakan operasi bedah saraf di rumah sakit.
  2. Penunjang :
    Telah tersedianya peralatan medis pendukung untuk pemeriksaan dan penegakkan diagnosis kasus-kasus bedah saraf, CT-Scan. Peralatan ini merupakan satu-satunya yang dimiliki rumah sakit di wilayah eks karesidenan Besuki yaitu RSUD Dr. Soebandi.Pemeriksaan laboratorium klinik dan anatomi juga merupakan pendukung untuk pemeriksaan sebelum dilakukan tindakan bedah.Ruang operasi yang memiliki peralatan medis yang cukup baik dan prosedur untuk tindakan operasi yang memenuhi standar pelayanan rumah sakit (telah terakreditasi).Telah tersusunnya Prosedur/Penatalaksanaan tindakan bedah dan keperawatan.
  • Kegiatan Pelayanan
    Pelayanan yang diberikan dalam Pelayanan Rawat Jalan / Poliklinik terdiri atas pemeriksaan dan pengobatan / tindakan medis non bedah, yang didukung peralatan canggih terbaru yang di miliki oleh RSUD Dr. Soebandi seperti ; cedera kepala ringan, dan Gawat Darurat.Pelayanan Rawat Inap diberikan kepada pasien Cedera kepala sedang dan berat, ataupun pasien dengan kasus tumor otak, cedera tulang belakang, kasus-kasus penderita stroke dan lain-lain yang memerlukan tindakan operasi.
  • Kegiatan Pelayanan
    Pencapaian pelayanan merupakan suatu rangkaian proses kegiatan yang dimulai dari masukkan (input), proses yang diharapkan mempunyai keluaran (outcome), hasil (impact), dan manfaat (benefit).
  1. Input :
    Dalam pelayanan ini yang menjadi input utama adalah adanya pasien dengan kasus-kasus bedah saraf memerlukan pelayanan dan penanganan secara tepat dan benar sesuai dengan kegawatdaruratan pasien.Selain itu diperlukan adanya tenaga operator (dokter dan paramedis) yang memberikan pelayanan tersebut.Diperlukan adanya prosedur pelayanan/tindakan yang sesuai dengan standar pelayanan dan profesi.
  2. Proses :
    Terlaksananya tindakan pemeriksaan, penegakkan diagnosis dan tindakan bedah maupun pasca bedah, sehinggga pasien tersebut dapat ditangani dan memperoleh kesembuhan atau tidak dapat tertangani sehingga pasien meninggal. Kegiatan tersebut didukung dengan pelayanan penunjang Radiodiagnostik (CT-Scan), pemeriksaan Laboratorium dan yang lain-lainnya.
  3. Keluaran :
    Adanya kelengkapan sarana, fasilitas medis serta para dokter spesialis sudah selayaknya rumah sakit ini menjadi pusat rujukan untuk pelayanan trauma dan cedera kepala. Pada saat ini adanya dokter spesialis bedah saraf semakin memperkuat pelayanan pada kasus-kasus trauma pada kepala dan pasien stroke.

Jumlah pasien cidera kepala yang dilayani pada periode bulan Januari tahun 2001 sampai dengan Januari 2002 sebanyak 971 kasus, kasus dengan klasifikasi Cedera Otak Ringan (COR) 411 kasus atau 42,32%, klasifikasi Cedera Otak Sedang (COS) 165 kasus atau 16,99%. Klasifikasi Cedera Otak Berat (COB) 151 kasus atau 15,56%, Pelayanan Rawat jalan 244 kasus atau 25,13% sedangkan kasus kasus yang dioperasi 59 kasus atau 6,07%

  1. Manfaat :
    Dari 971 kasus pasien cidera kepala yang dilayani angka mortalitasnya terbanyak pada kasus Cidera Otak Berat (COB) 61 kasus atau 6,3%, sedangkan kasus Cidera Otak Ringan 0%. Ini menunjukkan bahwa bila kasus-kasus cedera otak ringan yang ditangani mengalami penyembuhan.

Mortalitas pasca operasi yang terjadi adalal 1 (satu) kasus atau 1,7%. Dengan pelayanan dan penatalaksanaan cedera otak yang baik dan benar maka mortalitasnya semakin dapat dikurangi.

Mengacu pada standar mortalitas (kematian) karena cedera otak Internasional (Estimate Brain Injury), RSUD Dr. Soebandi sudah menunjukkan prestasi yang baik. Hasil ini sebagai berikut kematian karena Cedera Otak Ringan 0% berarti 100% pasien yang ditangani hidup (standar Internasional EBI 100% pasien yang ditangani harus hidup), kematian karena Cedera Otak Sedang 0,2 % (standar Internasional EBI pasien yang ditangani harus 93% hidup) berarti pasien yang ditangani di RSUD Dr. Soebandi 99,8 % hidup, dan Cedera Otak Berat 6,3% (standar Internasional EBI pasien yang ditangani harus 42% hidup) pasien yang ditangani di rumah sakit 94% hidup

  1. Dampak :
    RSUD Dr. Soebandi merupakan rumah sakit terbesar di wilayah bagian timur dari Provinsi Jawa Timur, yang menjadi pusat rujukan bagi rumah sakit disekitarnya yaitu di empat kota Kabupaten disekitar Jember yaitu Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Lumajang dengan cakupan penduduk seluruhnya sekitar 8 juta jiwa. Maka mempunyai peranan yang semakin besar dan menjadi sentral kesehatan wilayah eks Karesidenan Besuki.

Untuk itu perlu adanya tambahan peralatan medis sebagai berikut :

  1. Peralatan bedah untuk operasi Bedah Saraf perlu segera ditambah.
  2. Perlunya peralatan CT-Scan tambahan yang ditempatkan di Unit Gawat Darurat, yang mempercepat proses pelayanan dan mengurangi waktu tunggu tindakan operasi Gawat Darurat.

Program jangka panjang (yang akan datang) perlu peralatan baru yaitu Mikroskop Operasi.

SENTRAL PELAYANAN CANGGIH

Dengan adanya peralatan medis baru yang merupakan bantuan/ pinjaman dari Korea maka dibuatlah produk baru yang dinamakan Unit rawat jalan yaitu Sentral pelayanan canggih. Produk layanan yang tersedia yaitu :

  • Klinik Pemecah Batu Ginjal (ESWL),
    Klinik ini memberikan pelayanan penyembuhan/menghilangkan batu ginjal tanpa tindakan
    operasi. Menggunakan peralatan yang dinamakan Electro Shock Wave Lithotripsi (ESWL) :
    • Alat pemecah batu ginjal tanpa tindakan operasi dan pembiusan.
    • Menggunakan gelombang kejut yang dipancarakan dari lat ESWL ke ginjal penderita yang mengandung batu.
    • Pancaran gelombang kejut akan memecah batu ginjal pasien menjadi hancur dan keluar bersama air seni.
    • Pemecahan batu ginjal dengan alat ini termasuk jenis tindakan tanpa mondok di rumah sakit (cukup rawat jalan).
    • Tindakan ini hanya membutuhkan waktu ± 30 menit. Tanpa persiapan apapun, tanpa menimbulkan rasa nyeri dan pasien bisa langsung pulang.
    • Untuk wilayah timur Provinsi Jawa Timur alat ini termasuk alat canggih karena hanya dimiliki oleh RSUD Dr. Soebandi.
Sumber Daya Manusia :
  • Operator : dr. M. Adi Soedarso, SpBU
  • Assisten : – Soenyoto, BE
    – Haryanti, BE
  • Paramedis : Haryati
  • Klinik Gastrologi (Endoskopi) :
    Endoskopi : Suatu alat yang digunakan untuk memeriksa organ didalam tubuh. Merupakan salah satu penunjang menegakkan diagnosis
    Endoskopi terdiri dari :
    • Gastrokopi : Untuk melihat kelainan saluran pencernaan bagian atas
    • Kolonoskopi : Untuk melihat kelainan saluran pencernaan bagian bawah.
      Kelainan yang dapat diperiksan dengan Endoskopi adalah :
    • Kelainan Tenggorokan (tumor, Varises)
    • Kelainan lambung (Radang, tumor, perdarahan)
    • Kelainan usus halus (Luka / tukak)
    • Kelaianan pada usus besar (Tumor, Poilip, Radang)
    • Selain itu alat diagnosa Endoskopi juga untuk mengobati kelainan saluran pencernaan bagian atas dan bawah.
Sumber Daya Manusia :
  • Operator : dr. Sugeng Budi Rahardjo, SpPD
  • Paramedis : Ninuk Dyah Aristiani
  • Klinik Rekam Otak = EEG singkatan dari Elektro Encefalografi :
    • EEG adalah : prosedur membuat grafik perubahan potensial listrik otak untuk membantu diagnosa penyakit
      • Epilepsi
      • Tumor Otak
      • Abses Otak
      • Pendarahan Otak
      • Cedera Otak
      • Stroke = Penyakit pembuluh darah otak
      • Radang Otak
    • Untuk mengoperasikan EEG, pasien cukup rawat jalan dengan persiapan di rumah dengan mandi keramas, tanpa minyak rambut dan makan secukupnya.
    • Proses rekam otak ini membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit.
Sumber Daya Manusia :
  • Operator : dr. Eddy Ario Koencoro, SpS
  • Paramedis : Yulilik
  • Pemeriksaan Osteoporosis
    Bone Densitometer MARK 6000 Adalah alat untuk mengukur kerapatan tulang (Osteporosis), dengan menggunakan gelombang ultrasonic.
    Pemeriksaan akan selesai dalam waktu 1 menit dan kerapuhan tulang dapat diketahui, serta memberikan gambaran yang jelas mengenai Bone crossection melalui simulasi komputer.
  • Deteksi Kanker Payudara :
    Mamografi MXR–200M adalah alat dengan system x-ray yang dipergunakan untuk pemeriksaan payudara dan jaringan lunak lainnya, untuk mengetahui kanker payudara terutama untuk pemeriksaan diagnostik atas pasien dalam posisi berdiri, duduk maupun berbaring.

PRESTASI YANG PERNAH DICAPAI RSUD Dr. SOEBANDI – JEMBER

  1. Penampilan terbaik Rumah Sakit Kelas C strata III oleh DEPKES RI tahun 1986.
  2. Pemenang tingkat Provinsi Jawa Timur sebagai Rumah Sakit Sayang Bayi tahun 1991
  3. Penampilan terbaik ke II RSU Pemerintah C tahun 1991.
  4. Kenaikan kelas Rumah Sakit dari kelas C menjadi kelas B Non Pendidikan tahun 1993.
  5. Sebagai Rumah Sakit unit swadana tahun 1998
  6. Menerima Karya Satya Bhakti tahun 1998
  7. Terakriditasi secara bersyarat untuk 5 standar pelayanan oleh DEPKES RI tahun 1998

Terakriditasi secara penuh untuk 5 standar pelayanan oleh DEPKES RI tahun 2001

Download Logo HUT RI 72
No Response

Comments are closed.