Jember Kota Pandhalungan

Ruko Modern Imbas Keberhasilan Pembangunan

Ruko JemberBanyak kalangan menilai pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jember saat ini lebih baik ketimbang sepuluh tahun sebelumnya. Itu artinya pembangunan di kota suwar-suwir ini berhasil. Sebab itu tak heran jika pelaku usaha konstruksi kini berlomba-lomba membangun  kompleks pertokoan modern (ruko).

Hampir di semua sudut di kota Jember, terlihat bangunan ruko untuk ditawarkan kepada masyarakat. Boleh dikata keberadaan bangunan ruko tersebut bak jamur di musim hujan, pelaku usaha konstruksi sendiri merasa optimis jika ruko yang dibangun itu tidak bakalan tidak laku.

Hal tersebut dibenarkan oleh H. Saehan Mabrur, salah seorang pengusaha jasa kontruksi di Kabupaten Jember, mengaku, bahwa pembangunan ruko modern yang dilakukan dirinya maupun pengusaha jasa kontruksi lainnya, bukan tanpa alasan atau ngawur. Sebelum membangun ruko, para pengusaha jasa kontruksi ini, terlebih dahulu sudah bisa membaca situasi, apakah lokasi tempat bakal di bangunnya ruko itu bakal berkembang atau tidak dalam sekian puluh tahun kedepan.

Berpijak dari hal itu, dirinya sebagai pengusaha jasa kontruksi berani memutuskan untuk membangun ruko. “Perekonomian di Kabupaten Jember sekarang ini luar biasa dan ruko mulai bermunculan tidak hanya di kawasan perkotaan saja, tapi juga di wilayah pinggiran, itu artinya ruko merupakan suatu kebutuhan bagi wirausahawan sebagai tempat usaha mereka,” ujar H Saehan Mabrur, bos CV Sumber Alam.

Munculnya ruko bernuansa arsitek modern menurutnya, jelas membawa perubahan dari sebuah kota. Tidak hanya sekedar terlihat indah, tapi keberadan ruko itu juga memicu perkembangan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru. “Di Jember sendiri geliat pembangunan ruko terlihat sejak dua tahun lalu,” jelas Saehan.

Saat ditanya kenapa pengusaha jasa kontruksi seperti dirinya berani memutuskan untuk mendirikan ruko jauh dari pusat keramaian kota?. Pria asal Kecamatan Tanggul ini secara diplomatis menerangkan, hal itu dilakukan untuk menciptakan “pasar baru”.

Artinya roda perekonomian tidak hanya jalan di tempat atau di kota saja, dan itu bakal memunculkan ketimpangan, tapi lebih jauh lagi harus digelindingkan hingga ke desa atau pinggiran, dan itu selaras dengan visi dan misi Pemkab Jember, yakni membangun desa menata kota untuk kemakmuran bersama.

“Pola pikir semacam itu kini menjadi alasan kuat bagi pelaku jasa kontruksi untuk mendirikan ruko di berbagai tempat, termasuk wilayah pinggiran sekalipun. Seiring dengan perkembangan dunia usaha jasa dan perdagangan, maka mampu menyulap daerah pinggiran atau terisolir lebih baik lagi. Dimana nantinya pendapatan masyarakat juga akan lebih baik lagi, karena semakin banyak ruko membuat orang menjadi tertarik untuk menjadi pengusaha, dan ruko sampai kapanpun tetap dibutuhkan, apalagi ada kecenderungan generasi muda saat ini juga mulau tertarik untuk berbisnis,” kata Saehan

Saehan menjelaskan, bagi pengusaha atau wirausaha, adanya ruko justru diuntungkan. Pasalnya, ruko itu memiliki fungsi ganda dan tidak hanya berfungsi sebagai toko saja, namun juga bisa dijadikan untuk tempat tinggal bagi pemiliknya. Nilai ekonomis dan efisien sengaja diperhatikan oleh pelaku jasa kontruksi ketika hendak membangun sebuah ruko di atas lahan baru, apalagi kenyataannya selama ini banyak pemilik toko berjauhan tempat tinggalnya dari tokonya, hal itu jelas menjadi persoalan serius tersendiri dan ruko adalah solusinya.

“Adanya ruko ini diharapkan lebih diminati karena lebih banyak kelebihannya jika dibanding tempat usaha biasa, pemilik toko tidak dipusingkan lagi persoalan jarak antara tempat tinggal dan tokonya. Kelengkapan fasilitas juga menyatu ada di ruko seperti kenyamanan dan keamanan, karena itu ruko kini menjadi pilihan utama bagi pengusaha untuk tempat usahanya. Harga ruko pun juga bervariasi, bergantung lokasinya dan kualitasnya, karena itu untuk menarik perhatian calon pembeli, maka sebaiknya tampilan ruko sebaiknya dibuat seindah mungkin,”imbuh Saehan. (*).

No Response

Comments are closed.