Saat Ini Banyak Santri Mumpuni Secara Akademik

601 views

Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief menegaskan saat ini banyak santri menjadi sumberdaya manusia yang mumpuni secara akademik.

Kondisi ini merupakan kekuatan yang dimiliki pesantren dan santri itu sendiri tatkala masuk ke ranah yang lebih luas.

“Bisakah para santri mempertahankan jati dirinya untuk tetap sebagai santri di kehidupan yang ditekuni,” kata Wabup dalam seminar bertemakan “Santri Leadership : Strength and Opportunity” di Gedung K-Link Kebonsari, Sabtu (13/1/2018).

Pertanyaan itu sangat penting untuk menjadi bahan renungan dalam menilai peran santri dari aspek yang berbeda.

“Saling mendoakan menjadi orang yang bermanfaat dalam kehidupan, kesiapan mental fisik, memanfaatkan kesempatan yang ada menjadi akses untuk bidang apapun dan di tingkat apa saja,” harap Wabup.

Seminar “Santri Leadership : Strength and Opportunity” diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Eks Karesidenan Basuki.

Sebagai pembicara pengasuh PP Annuqayah Prof. Dr. KH. Abdul A’la Basyir, Katib Syuriah PBNU KH. Miftah Faqih, M.A., founder Baturrahman Foundation USA C Holland Taylor, dan alumni sekaligus Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas.

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Annuqoyah Muhammad Muslim, SAg., M. Sy. menjelaskan tujuan seminar.

“Tujuan utamanya memberikan semangat para santri dapat mengambil kesempatan yang ada di sekitar untuk maju ke ranah publik,” ujar Muhammad Muslim.

C Holland Taylor melihat di Jember ada budaya dalam santri, situasi yang ada dalam nusantara.

Ia berharap lebih memikirkan konteks, supaya Islam yang diciptakan dapat menjadi rahmat.

H. Abdullah Azwar Anas memyampaikan, di setiap apa yang diusahakan harus melalui sinergi.

Medan strategi berdakwah yang semakin berbeda, dengan teknologi yang semakin maju, santri harus mengikutinya dengan tantangan baru yang dihadapi.

“Belajar dari para kiai, setiap orang punya kesempatan. Yang diukir bukan dari banyak jabatan, tetapi karyanya,” Abdullah Azwar Anas.(mutia/*f2)

No Response

Comments are closed.