Saat Menuntut Ilmu Harus Yakin Bermanfaat

Seseorang yang menuntut ilmu harus yakin bahwa ilmu yang dipelajari pasti bermanfaat di masa mendatang.

“Harus menyakini apa yang dipelajari pasti bermanfaat di kemudian hari,” ujar Wabup Jember Drs. KH Abdul Muqit Arief, Rabu (8/11/2017), di SMK Sunan Ampel Sukorambi.

Seperti mempelajari bahasa Inggris. Bahasa ini menjadi bahasa internasional, dipakai oleh sebagian besar masyarakat dunia.

“Masa seperti sekarang, sudah tidak bisa dihindari bahasa Inggris untuk dikuasai agar sejajar dengan bangsa lain,” Wabup dalam sosialisasi Program Pendidikan Kecakapan Bahasa Inggris Bagi Pelajar Sekolah Menengah Atas di Area Pertanian Tembakau di Jawa Timur.

Keyakinan tersebut terkait erat dengan motivasi dalam diri seseorang yang sedang menuntut ilmu. “Sejauhmana kita mencari tahu apa yang dipelajari,” tutur Wabup.

Terkait program pendidikan kecakapan Bahasa Inggris bagi pelajar SMA di area pertanian tembakau, Wabup berpesan ke pelajar yang ikut program tersebut.

“Jadikan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuan berbahasa yang bermanfaat di kemudian hari,” pesan Wabup.

Sekretaris LP Ma’arif PC NU Jember H Suyitno menyatakan dukungan terhadap program yang digagas STAPA Center bekerjasama dengan Yayasan Sampoerna itu.

“Bahasa Inggris penting karena tantangan kedepan berat. Tapi, jangan Bahasa Inggris saja yang dikembangkan, Aswajanya juga dikembangkan,” ujarnya.

H Suyitno pun mendorong pelajar yang ikut program itu untuk melanjutkan pendidikan ke strata satu. “Untuk menjadi manusia yang memiliki skill yang bagus sehingga mampu bersaing dengan negara lain,” H Suyitno.

Pendidikan kecakapan Bahasa Inggris bagi pelajar SMA di area pertanian tembakau diselenggarakan atas kerjasama STAPA Center dan Yayasan Sampoerna. SMK Sunan Ampel menjadi satu dari lima sekolah yang mengikuti program itu.

Direktur STAPA Center Agus Rahmatullah menjelaskan, program kecakapan bahasa Inggris dilaksanakan di tiga kabupaten, Jember, Jombang, dan Pasuruan.

Setiap kabupaten dipilih lima sekolahan. “Masing masing sekolah ada 40 siswa yang akan menerima manfaat program ini,” Agus kepada wartawan.

Program ini akan berjalan selama enam bulan. “Di Kabupaten Jember, kami merasa didukung penuh oleh pemerintah kabupaten,” ungkap Agus. (*f2/izza)

No Response

Comments are closed.