Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Sangkar Burung Sukowono

1457 views

Sangkar Burung Sukowono dikenal Unggul dan Khas Motifnya
Oleh : Vera Aprilianti

Sangkar Burung hasil kerajinan dari Kecamatan Sukowono memiliki keistimewaan tersendiri. Proses pembuatannya tidak hanya dilakukan oleh satu dua orang saja, tapi melibatkan sebagian besar masyarakat di daerah tersebut. Sangkar burung tersebut dibuat oleh sebagian besar masyarakat di Desa Dawuhan Mangli, Sukowono – Jember. Daerah tersebut sudah sejak lama dikenal sebagai sentra kerajinan sangkar burung. Hal itu dikarenakan, hampir 65%, dari jumlah total penduduknya berprofesi sebagai pengrajin sangkar burung. Pekerjaan sebagai pengrajin sangkar, sudah dijalankan secara turun temurun di desa ini. Karena itu tidak heran kalau hampir sebagian besar warganya, mempunyai keahlian membuat sangkar burung.
(Gambar : sangkar Burung)

Meski hampir semuanya menjadi pengrajin sangkar, namun sangkar yang dihasilan itu berbeda-beda, mlai dari bentuknya hingga lukisannya itu biasanya berbeda” tegas Saejab, seraya menambahkan, hasil produksi sangkar ini, bisa untuk menambah kesejahteraannya. Kemampuan produksinyadalam setiap minggu mampu dihasilkan 8 hingga 10 sangkar. Untuk kualitas yang biasa per harinya bisa dihasilkan 2-3 buah sangkar, namun untuk kualitasnya yang bagus, serta lukisan dengan motif yang sedikit sulit, biasanya hanya menghasilkan satu buah sangkar dalam waktu empat hari.

Untuk motif dari sangkar yang dibuat pengrajin asal Dawuhan Mangli, cukup variatif, mulai motif gambar wayang, pemandangan alam, serta motif lainnya. Demikian juga dengan bentuknya, ada yang melingkar dan ada juga yang berbentuk persegi. Harganya pun juga bervariasi, mulai dari Rp.30.000,- hingga Rp.1.500.000 -, tergantung motif dan bahannya. Keunikan ini yang membuat sentra pembuatan sangkar burung perkutut di Desa Dawuhan Mangli terus berkembang.

Perkembangan kerajinan sangkar burung ini, bisa dibilang cukup menjanjikan, Dari tahun ke tahun, pemasarannya semakin meluas dan volumenya juga bertambah. Pemasaran sangkar burung hasil kerajinan masyarakat Dawuhan Mangli ini, mulai dari daerah lokal seperti Situbondo, Lumajang, Banyuwangi, Besuki, juga ke luar daerah seperi Bandung, Surabaya, Madura, bahkan juga Sumatera. Meski begitu para pengrajin juga mengakui, proses pembuatan sangkar burung sedikit sulit. Diawali, dengan pembuatan ruji, dengan cara membersihkan rotan terlebih dahulu, kemudian dipotong, seperti lidi, kemudian disusun menjadi ruji-ruji sesuai dengan bentuknya. Setelah itu, proses pemberian sirap, yang dilanjutkan dengan pemberian kalsium yang dicampur dengan kertas bekas hingga 3 lapisan. Barulah setelah itu dilukis, yang dilanjutkan dengan pewarnaan, baik menggunakan tehnik air brush maupun manual. Semua bahan-bahan yang digunakan untuk membuat sangkar ini, dibeli dari lokal, namun kalau rotannya, didatangkan dari Banjarmasin, karena rotan-rotan dari Banjarmasin memiliki kualitas yang sangat bagus. Pengrajin lainnya, pengerjaannya dibuat dengan cara dibagi-bagikan. Masing-masing kelompok mengerjakan bagian sangkar, sesuai dengan kebiasaannya. Ada yang membuat rujinya, ada yang membuat papannya, ada yang melukis, ada yang membuat warna, saya ini yang melukis/ menggambar model pembuatan dengan cara membagi-bagikan setiap bagian dari sangkar ini, dimaksudkan agar produksinya lebih cepat, karena itulah pembuatannya dilakukan secara terpisah. Para
pengrajin sangkar burung ini berharap, hasil jerih payah yang dilakukannya, bisa terus berkembang, syukur-syukur kalau mendunia.

No Response

Comments are closed.