SEKTI : 20 Tahun Baru Bisa Ketemu Bupati

Dalam rangka Hari Tani Nasional yang ke-57 para Serikat Tani Independent (SEKTI) Jember dengan Pemerintah Kabupaten Jember mengadakan silaturahmi dan syukuran yang diadakan di jalan Sudarman No. 1 depan pemkab Jember, Senin(25/09/17).

“Baru kali ini Pemkab Jember menerima SEKTI dengan terbuka, hampir 20 tahun selama ini para petani turun ke jalan tidak pernah bisa bertemu,” ungkap Ketua SEKTI Jember, M Jumain.

SEKTI yang beranggotakan di 8 titik diantaranya Desa Curahnongko, Curahtakir, Suci, Mulyorejo, Mangaran, Nogosari, bertujuan mendorong bagaimana reforma agraria yang dicita-citakan bisa berjalan dengan baik. Dalam pemerintahan Ir. Joko Widodo lewat Menko Perekonomian telah membentuk 3 kelompok kerja untuk penyelesaian sengketa tanah diseluruh Indonesia.

“Dorongan untuk pemerintah segera merespon sinyal dari tingkat nasional, dimohon untuk menindaklanjuti hal tersebut,” imbuhnya.

SEKTI siap melakukan apapun demi ketahanan pangan Indonesia, terutamanya Kabupaten Jember, agar lebih Makmur.

Sementara itu, Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR., menegaskan bahwa tidak hanya anggota SEKTI saja, bersama-sama petani, Jember Bersatu memajukan pertanian di Kabupaten Jember. “Memajukan ketahanan pangan, karena tanpa bersatu sulit membuat Jember Maju,” tutur Bupati Jember.

Bupati berharap para petani sejahtera, untuk itu petani dan keluarganya segera menuntaskan identitas KTP, KK dan akta kelahiran anak yang dilayani dengan gratis. Karena identitas sangat penting untuk para petani Jember, boleh berbicara reforma agraria, tetapi kesejahteraan anggota dimulai dari identitas.

Juga tidak lupa Bupati tegaskan para orang tua petani untuk mementingkan pendidikan anaknya , minimal SMA/SMK/MA, tidak hanya mementingkan aset tanah, generasi muda adalah aset bangsa dan negara. Dan menjaga Kesehatan diri sendiri dan anggotanya bagi para petani dijember.

Pemkab Jember mendukung kegiatan yang positif dan dapat mensosialisasikan programnya untuk masyarakat Tani, Bupati juga inginkan hari tani tidak hanya kelompok yang merayakan sendiri, tetapi wujud persatuan petani Jember, boleh berserikat bebas berserikat, bukan berarti pecah belahnya petani dikabupaten Jember . (Mutia)

No Response

Comments are closed.