Campak Rubella

Selama 2012, DPU Cipta Karya Bangun Sarana Air Bersih Di 24 DesaA

pemanfaatan air bersih bagi masyarakat

Untuk mengatasi masalah kekuarangan air pada masyarakat yang berada di pelosok-pelosok desa dan jauh dari sumber mata air. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Cipta Karya dan Tata Ruang Kab Jember melakukan pembangunan proyek air besih untuk wilayah pedesaan. Sampai dengan tahun 2012 ini, DPU Cipta Karya Dan Tata Ruang telah melakukan pembangunan sarana air bersih sekitar 24 lokal di 24 Desa yang kesemuannya itu didanai melalui Dana Alokasi Khusu (DAK) Kab Jember, sementara yang didanai langsung oleh APBD Jember sekitar 4 Desa di 4 wilayah Kecamatan.

Disampaikan oleh Plt. Kabid Tata Kota dan Pedesaan DPU Cipta Karya, Bambang Hariyono, bahwa program ini dilakukan oleh Pemkab Jember melalui DPU Cipta Karya untuk menanggulangi kekurangan air bersih di wilayah-wilayah yang sulit air bersih, sehingga masyarakat sekitar tersebut untuk mendapatkan air bersih harus turun ke sungai atau berjalan puluhan kilometer untuk mendapatkan sumber air bersih yang layak di konsumsi.

Masih menurut Bambang, bahwa pembangunan sarana air bersih ini dilakukan atas dasar permintaan masyarakat melalui proposal atau surat usulan yang kemudian akan dilakukan cek lokasi oleh Tim, sehingga diketahui kekuatan debet air dan lokasi yang mudah terjangkau oleh masyarakat. Disampaikan juga oleh Bambang bahwa sampai saat ini, akhir 2012 ini, ada sekitar 24 desa yang telah dibangun sarana air bersih oleh DPU Cipta Karya melalui dana DAK, yaitu Desa gelang, Ds. Curahtakir, Dsn Ponco, Dsn Madilis, Ds. Sanen Rejo, Ds. Badean, Dsn. Taman Glagah dua, Ds. Trisno Gambar, Ds. Suci, Dsn Curah cangi, Dsn Manggis, Ds. Seputih, Ds. Candijati, Ds Sukowiryo, Ds Paduman, Ds. Sumber Lesung, dan Ds Sari mulyo. Sedangkan untuk yang di biayai oleh APBD ada 4 Kecamatan yaitu, Sumberbaru, Kalisat, Jelbuk, dan Sukorambi.

Dijelaskan juga bahwa untuk pembangunan air bersih ini, masyarakat hanya membantu untuk menunjukkan sumber air bakunya, yang kemudian akan di cek ulang oleh tim dari DPU Cipta Karya, sehingga bisa ditentukan kekuatan debet air tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Selanjutnya, untuk kekuatan air guna memenuhi kebutuhan masyarakat, Bambang mengatakan bahwa semua itu tergantung pada besar kecilnya debet air yang ada di wilayah tersebut.

Bambang hanya berharap sarana air bersih yang telah diberikan oleh DPU Cipta Karya bisa dikembangkan melalui HIPPA yang disetujui oleh Kades setempat dengan memakai cara iuran,sehingga sarana air yang telah dibangun tersebut bisa dikelola oleh masyarakat desa untuk dikembangkan lebih besar lagi “ini harapan saya, sarana air bersih yang dibangun oleh DPU Cipta Karya itu dikelola seperti PDAM. Jadi melalui HIPPA setempat yang disetujui oleh Kades, ditarik iuran. Kan iuran itu bisa buat nambah pipa, atau untuk merawat sarana itu”, jelasnya.

Bahkan, ungkapnya, pada tahun 2012 ini, program air bersih yang dikelola oleh HIPPA sempat mendapatkan juara I Tingkat Propinsi Jawa Timur, dan mendapatkan uang pengembangan sebesar 100 Juta dari Pemprop. (tgh/humas)

Download Logo HUT RI 72
No Response

Comments are closed.