Selama Ada Formasi dan Tempat yang Dituju Menerima, Mutasi akan Dilayani.

Upacara peringatan Hari Jadi ke – 72 Provinsi Jawa Timur, tahun 2017, diwarnai dengan penyerahan SK mutasi masuk Antar Kabupaten/Kota/Provinsi Tenaga Fungsional tahun 2017, oleh Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR.

Dalam penyerahan SK Mutasi kepada 7 Aparatur Sipil Negara (ASN), yang dilaksanakan usai upacara itu, bupati menyatakan, Pemerintah Kabupaten Jember merespon dengan sebaik-baiknya yang ingin masuk dan keluar, selama ketentuan-ketentuan di bidang administrasi kepegawaian dilayani dengan baik, tanpa adanya pungli, tanpa membayar.

Siapapun yang ingin masuk Jember, lanjut bupati, selama ada formasi dan tempat yang dituju bisa menerima dengan senang hati, maka mutasi akan dilayani. “Untuk alasan-alasan kemanusiaan mutasi keluar juga dilayani, banyak yang ingin masuk ke Jember,” ujar Bupati Faida, Kamis (12/11/17).

Dikatakannya, dalam hal mutasi, banyak orang Jember yang ingin ke Jember. Mereka ingin masuk ke Jember, karena berkeinginan ikut membangun Kabupaten Jember.

Sementara dalam pelaksanaan upacara memperingati Hari Jadi ke – 72 Provinsi Jawa Timur 2017, yang mengambil tema “Peningkatan Sumber Daya Manusia Lewat Pendidikan Kejujuran Sebagai Solusi Menuju JawaTimur Mandiri dan Berdaya Saing Global”, tampak hadir Wakil Bupati Jember Drs. KH.Muqit Arief, serta Forkopimda Kabupaten Jember dengan mengenakan pakaian adat Jawa Timur. Bupati Jember, dr Faida MMR, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo.

Disampaikan, bahwa peringatan hari jadi Provinsi Jawa Timur yang ke 72 ini merupakan momentum untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan, kebanggaan daerah serta merupakan sarana mendorong semangat memiliki dan membangun daerah. Serta memperkuat rasa kecintaan masyarakat di wilayah Jawa Timur dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Para pendahulu telah meletakkan dasar yang kuat, agar pemimpin generasi sesudahnya bisa meneruskan apa yang menjadi cita-cita bersama yaitu, “Jawa Timur yang Lebih Sejahtera dan Berkeadilan”. Dapat dicermati dari perjalanan kepemimpinan para Gubernur Jawa Timur sesuai pengabdiannya masing-masing.

Di era kepemimpinan saat ini, diarahkan pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dengan pilihan “tumbuh cepat dan merata” serta mampu menurunkan jumlah penduduk miskin, menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Semoga pada peringatan hari ini juga menjadi momentum kebangkitan Sumber Daya Manusia Jawa Timur untuk mampu bersaing dan mandiri dalam membangun ekonomi melalui peningkatan SDM. Mampu tumbuh berkelanjutan dan faktor non-ekonomi yang sangat menentukan dan menjadi prasyarat penting, yaitu “Aman dan Nyaman”. (Mutia, Red. Indra GM)

 

No Response

Comments are closed.