Jember Kota Pandhalungan

Setiap Tahun, Pemprov Resmikan Ratusan SMK Mini

Gubernur Jatim Soekarwo melalui Dinas Pendidikan Provinsi berupaya mengembangkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mini dalam rangka menciptakan peluang usaha dan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) khususnya di lingkungan Pondok Pesantren wilayah Provinsi Jawa Timur. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Pendidikan Pendidikan Menengah Kejuruan dan Perguruan Tinggi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, H. Ilyan Sukartono, M.Si saat hadir dalam peresmian SMK Mini di SMK Al-Muttaqien lingkungan Pondok Pesantren Al-Muttaqien, Kelurahan Banjarsengon, Kecamatan Patrang, Jum’at (21/10/2016).

Setiap tahunnya, ada 100 SMK Mini yang diresmikan sejak 2014 lalu hingga tahun 2019 di seluruh wilayah Propinsi Jawa Timur. Peresmian akan dilakukan dengan adanya verifikasi yang sangat ketat dan juga diikuti dengan persyaratan yang sudah ditentukan.

“SMK Mini di Jember, termasuk SMK Al-Mutaqin yang diresmikan tadi sudah memenuhi persyaratan. Sehingga Dinas Pendidikan Provinsi (Jawa Timur) mendukung untuk pengembangan ke depannya. Siswa maupun santri yang bersekolah juga akan diajarkan ilmu kewirausahaan,” kata Ilyan.

Diharapkan didukung dengan peran aktif masyarakat sekitar dalam pembentukan SMK Mini ini, terutama di bidang hasil-hasil pertanian. Karena dalam kewirausahaan nantinya diutamakan menggunakan bahan baku dari hasil pertanian masyarakat sekitar pondok pesntraen maupun SMK Mini. “Adanya sinergi yang baik antara lingkungan sekolah dalam hal ini SMK Mini. Di sini dicontohkan SMK Al-Muttaqien dengan masyarakat sekitar. Hasil pertanian seperti singkong, nanas, sirsat, nangka, dan sebagainya dimanfaatkan sebagai bahan baku olahan di SMK,” imbuhnya.

Ilyan juga mengemukakan akan adanya hubungan timbal balik yang saling bermanfaat dengan peresmian SMK Mini di lingkungan Pondok Pesantren. Dari masyarakat diolah oleh sekolah (SMK Mini) dan dikembalikan ke masyarakat sebagai bahan jadi siap konsumsi.

Sementara itu, hal senada diungkapkan oleh Kepala Bidang Pendidikan SMP, SMA, dan SMK Dinas Pendidikan Jember H. Tatang, M.Pd. Tatang menjelaskan bahwa Pemkab Jember dalam hal ini Dinas Pendidikan mendukung penuh langkah yang dilakukan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Lebih lanjut Tatang juga memaparkan bahwa pihak Dinas Pendidikan Jember sejak tahun 2014 sudah mengajukan SMK Mini di lingkungan Pondok Pesantren, yang mana Kabupaten Jember memiliki Pondok Pesantren yang juga memiliki SMK paling banyak di Jawa Timur.

“Untuk itu, (kami) mendapat prioritas dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Dan alhamdulilah, output-nya berhasil dengan baik sesuai target yang dicanangkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi,” ujar Tatang.

Mengenai target SMK Mini di Kabupaten Jemebr sendiri, Tatang mengatakan dari 70 % SMK yang dimiliki Pondok Pesanten di Kabupaten Jember, yang memenuhi syarat akan diajukan ke Provinsi. “Tidak semua (SMK), karena harus memenuhi syarat. Jika SMK yang ada di Ponpes tersebut sudah memenuhi syarat, pasti akan kami ajukan ke Provinsi,” imbuh Tatang.

Tatang juga mencontohkan hasil adanya SMK Mini ini sudah merambah pasar luar negeri. Di Jember sendiri tahun kedua tercatat hasil dari SMK Mini tersebut mendapat permintaan pasar luar negeri terutama usaha konveksi. Ke depan Tatang berharap dengan adanya SMK Mini ini dapat membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran sehingga lulusan yang ada nantinya adalah lulusan yang siap kerja karena telah dibekali pengetahuan dan keterampilan ke wirausahaan. (*f3)

No Response

Leave a reply "Setiap Tahun, Pemprov Resmikan Ratusan SMK Mini"