SMAN 5 JEMBER Coba Kembangkan Sekolah Berbasis Pelestarian Lingkungan Hidup

Lingkungan SMAN 5 Jember yang tampak Asri dan rindang (DOC. SMAN 5 Jember)

Sebagai salah satu lembaga pendidikan SMAN 5 Jember merupakan sekolah yang mempunyai se-abrek prestasi, mulai dari prestasi akademis maupun non akademis. Hal ini dibuktikan  dengan menyabet penghargaan lingkungan hidup “green school” di Jawa Timur. Bahkan,  Gubernur Jawa Timur, H. Soekarwo, sendiri mencanangkan SMAN 5 Jember sebagai sekolah percontohan di bidang lingkungan hidup di Jawa Timur. Tak hanya berhenti disitu, nampaknya SMAN 5 Jember sendiri semakin mengkokohkan dirinya sebagai Sekolah yang berbasis pada pengembangan lingkungan hidup.

Disampaikan oleh Kepala SMAN 5 Jember, Pudji Yuwono,  saat berada diruang kerjanya, bahwa program penghijauan hendaknya tidak hanya dilaksanakan oleh lembaga teknis pemerintah, akan tetapi juga perlu adanya campur tangan dari pihak masyarakat, seperti LSM dan akademisi. Keterangan ini diungkapkan oleh Pudji saat diundang ke Jakarta sebagai salah satu lembaga pendidikan rintisan lingkungan yang mewakili Jawa Timur. Menurutnya, Presiden RI, SBY, menginginkan agar pembangunan wilayah tetap memperhatikan segi pelestarian lingkungan, sehingga pembangunan bisa maju tanpa harus mengorbankan lingkungan sekitar.

Pihak SMAN 5 Jember sendiri telah melakukan koordinasi dengan Kantor Lingkungan Hidup (KLH) untuk membangun forum adiwiyata tingkat Kabupaten. Forum adiwiyata ini direncanakan sebagai sarana untuk mengembangkan sekolah sebagai wadah pelestarian lingkungan hidup. “kita telah melakukan koordinasi dengan KLH untuk membangun forum adiwiyata, yang nantinya bukan hanya untuk sekolah-sekolah di Kabupaten Jember, akan tetapi juga untuk kabupaten-kabupaten lain”, ungkapnya.

Pudji berharap pada saat Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 28 November 2012, merupakan moment yang sangat tepat untuk menetapkan forum adiwiyata sebagai sarana bagi seluruh lembaga pendidikan di Kabupaten Jember dalam rangka memasukkan pelestarian lingkungan hidup sebagai salah satu kurikulum di sekolah. “saya hanya berharap tanggal 28 November, besok bisa dijadikan momentum untuk menjadikan seluruh sekolah yang ada menjadi sekolah berbasis Lingkungan Hidup. Itu saja”, pungkasnya. (bds/tgh/humas)

 

No Response

Comments are closed.