Sosialisasi Bela Negara lewat Program 1 Sekolah 1 TNI

Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo, mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk senantiasa belajar dari sejarah perjuangan bangsa. Ajakan ini utamanya ditujukan kepada generasi muda-generasi milenial, sebagai penduduk mayoritas rakyat Indonesia.

Generasi muda diminta untuk senantiasa kritis terhadap upaya memecah belah bangsa, merendahkan martabat bangsa. Juga harus senantiasa waspada terhadap upaya infiltrasi ideologi dengan cara yang sangat halus dan kekinian yang ingin merubah atau menggantikan Pancasila dan ingin memecah belah NKRI.

“Para generasi muda adalah pemimpin di masa mendatang, harus berperan dan bangga dengan ke- Indonesiaannya, serta harus hebat untuk dirinya, untuk bangsanya, dan negaranya. Itulah bagian dari bentuk Bela Negara yang sesungguhnya di era kekinian,” pesan Presiden Joko Widodo, yang dibacakan Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR., pada upacara peringatan Hari Bela Negara ke 69 tahun 2017, di alun-alun Jember, Selasa (19/12/2017).

Dalam hal bela negara ini, bupati menambahkan, jika pada masa dulu para pendahulu berjuang dengan mengorbankan jiwa untuk mengisi kemerdekaan membela negara, lalu bagaimana dengan kader bela negara jaman now ?

“Sekarang generasi muda yang menjadi harapan dan tumpuan bersama. Oleh karena itu para pemuda mendapat kesempatan mengikuti pelatihan kader bela negara,” tuturnya.

Untuk perekrutan kader bela negara ini, bupati menjelaskan, Kabupaten Jember menargetkan sebanyak 25 ribu pemuda untuk mengikuti kader bela negara. “Di pundak merekalah harapan pertahanan NKRI,” tandasnya.

Oleh karenanya, dalam rangka bela negara, Pemkab Jember dibawah kepemimpinan Bupati Faida memprogramkan, satu sekolah satu TNI. Program yang bekerjasama dengan Kodim 0824 ini, akan melatih para siswa dari sekolah negeri dan swasta serta madrasah pesantren, agar memiliki jiwa nasionalisme.

Program ini menurut bupati, merupakan salah satu upaya untuk menyosialisasikan bagaimana mencintai tanah air di jaman sekarang. Pelatihan ini juga untuk memberi pengetahuan dan pemahaman bagaimana membala negara.

‘Sehingga tidak lupa dengan sejarah, bahwa kemerdekaan yang kita nikmati sekarang bukan datang dengan tiba-tiba, tetapi karena pengorbanan pendahulu-pendahulu kita yang bersedia berkorban jiwa dan raga demi kemerdekaan NKRI,” terangnya.

Pemberian pelatihan bela negara seperti ini lanjut bupati, sangatlah penting, seiring tuntutan jaman sekarang atas semakin tingginya ancaman bahaya narkoba dan informasi yang menyesatkan serta aksi adu domba untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Bela negara adalah wujud dari pada persatuan, tidak akan dikatakan kader bela negara apabila tidak mengedepankan persatuan,” imbuhnya. (Izza, Indra GM)

No Response

Comments are closed.