Stok Pupuk Aman, Dapat Tambahan dari Kementerian Pertanian

Pemerintah Kabupaten Jember benar-benar memastikan ketersediaan pupuk bagi petani aman untuk masa tanam di musim hujan pertama ini.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Jember H. Edi Budi Susilo saat melakukan pengawasan terhadap pupuk, Rabu (11/10/2017).

Ia menegaskan perintah Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR., agar memastikan ketersediaan pupuk bagi petani di Kabupaten Jember.

Perintah itu dibuktikan dengan pemantauan stok pupuk di gudang produsen, distributor, dan di kios pengecer di Kecamatan Rambipuji.

Pihak Polres Jember, Kodim 0824 Jember, dan Kejaksaan Negeri Jember ikut dalam pemantauan itu. Dinas terkait juga ikut dalam pemantauan.

Pemantauan ditujukan untuk seluruh jenis pupuk, NPK, ZA, urea, SP36, maupun petroganik.

Edi Budi Susilo menjelaskan, jatah pupuk urea untuk Kabupaten Jember mencapai 101 ribu ton. Kebutuhan ini dipenuhi pemerintah pusat sebesar 79 ribu ton.

“Dari 79 ribu ton tersebut, sampai hari ini kita sudah mengeluarkan untuk didistribusikan sebanyak 69.819 ton, sampai pertengahan Oktober ini,” ungkapnya.

Sehingga, lanjut Edi Budi Susilo, masih punya persediaan 9.800 urea yang akan didistribusikan pada bulan Oktober dan awal November.

Edi menegaskan agar masyarakat tidak terlalu risau terkait ketersediaan pupuk urea yang masih jauh dari jatah itu.

Sebab, Bupati Faida telah mengirim surat kepada Kementerian Pertanian dan Gubernur Jawa Timur untuk pemenuhan kebutuhan pupuk itu.

“Dari Kementerian Pertanian sudah terjawab dengan adanya tambahan pupuk urea sebesar delapan ribu ton,” ungkapnya.

Sedangkan dari Gubernur masih tahap koordinasi. Namun, lanjutnya, Pemkab Jember berharap adanya tambahan sebesar 9 ribu ton, karena kebutuhan pada bulan Desember nanti sangat besar.

Dengan adanya kepastian tambahan pupuk sebanyak 17 ribu ton tersebut, Edi Budi Susilo memastikan ketersediaan pupuk di Kabupaten Jember aman.

Menurutnya, lahan pertanian di Jember seluas 81 ribu hektar. Luas tersebut membutuhkan sekitar 101 ton. Meski ketersediaan pupuk bersubsidi telah terjamin, petani diharapkan untuk tidak berlebih-lebihan dalam penggunaannya.

Ali Maksum, Asisten Eksekutif Pupuk Kaltim wilayah Jember, Lumajang, dan Probolinggo, mengungkapkan jaminan stok pupuk hingga tiga minggu kedepan.

“Karena kita memang ditugasi pemerintah untuk menyediakan stok pupuk tiga minggu kedepan,” ujar Ali Maksum.

Ia berharap petani tidak perlu kuatir akan terjadi kelangkaan. Stok urea saat ini 3.480 ton untuk tiga minggu kedepan.

Menurut Ali Maksum, tidak ada kendala berarti dalam pendistribusian pupuk dari Banyuwangi ke Jember, Lumajang, dan Probolinggo.

Namun, akibat longsor di jalur Gumitir menyebabkan perjalanan yang biasa ditempuh 3-4 jam menjadi 7-8 jam.

Meski demikian, pihaknya meminta prioritas kepada petugas saat terjadi longsor sebagai upaya agar distribusi pupuk segera sampai di Jember. (*f2)

 

No Response

Comments are closed.