Jember Kota Pandhalungan

Sudah Siapkah Kita ?

87 views

UMKM

Sebagai pelaku bisnis yang bergerak pada berbagai bidang usaha yang menyentuh kepentingan masyarakat, Usaha Mikro Kecil Menengah (UKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data BPS (2003), populasi usaha kecil dan menengah (UKM) jumlahnya mencapai 42,5 juta unit atau 99,9 persen dari keseluruhan pelaku bisnis di tanah air.

            Dari data tersebut menunjukkan, bahwa UKM memiliki peran yang sangat strategis dalam menumbuhkan kegiatan perekomian, utamanya di perdesaan. UKM juga sangat berperan dalam mempertahankan stabilitas perekonomian di tengah krisis ekonomi, sebagaimana terjadi pada tahun 1997/1998.

Ketika banyak perusahaan-perusahaan berskala besar mengalami stagnasi bahkan berhenti aktifitasnya, sektor UKM justru lebih tangguh dalam menghadapi masalah krisis tersebut. UKM di Indonesia terbukti menjadi penyelamat perekonomian bangsa pada saat dilanda krisis ekonomi tahun 1997.

Besarnya peran UKM dalam menyelamatkan perekonomian Indonesia saat menghadapi krisis tersebut, sudah seharusnya dijadikan bahan renungan, bahwa lembaga perekonomian ini sangat menjanjjikan dan bisa diharapkan menjadi sandaran dalam rangka meningkatkan kesejahteraan. Selain itu juga, UKM ternyata memiliki peran yang tidak kecil dalam memperkecil tingkat pengangguran akibat tidak terserapnya angkatan kerja dalam dunia kerja.

Daya tahan UKM dalam menghadapi krisis ekonomi dan mampu tetap survive, diantaranya karena tidak memiliki utang luar negeri. Selain juga tidak banyak utang ke perbankan karena mereka dianggap unbankable. UKM juga menggunakan input lokal serta berorientasi ekspor.

Dari kenyataan yang sudah terlihat dan bisa dibuktikan bersama ini, keberadaan UKM seharusnya sudah menjadi bahan renungan, bahwa peluang usaha melalui lembaga ini sangat menjanjikan. Masyarakat, utamanya pencari peluang kerja, mestinya harus lebih berani untuk membuka kesempatan kerja dengan usaha sendiri, dengan tidak lagi menggantungkan kesempatan kerja pada perusahaan-perusahaan besar, terlebih rekruetmen pegawai negeri.

Banyak keuntungan yang akan didapat dari membuka usaha sendiri, dan tidak bergantung pada orang lain. Selain akan bisa mengatur sendiri usahanya, UKM juga bisa menjadi harapan bagi masyarakat untuk mendapatkan kesempatan kerja. UKM bisa ikut mengentas kemiskinan dan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

Hanya saja yeng mungkin perlu mendapat perhatian adalah, bagaimana menejemen dari UKM ini bisa dijalankan dengan baik, sehingga roda usaha bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan. Karena pada umumnya, usaha kecil biasanya hanya berbentuk usaha perorangan atau badan usaha, yang bukan anak perusahaan dari perusahaan lain.

Dengan demikian, keberadaan UKM yang menjadi salah satu penopang perekonomian nasional, bisa bersaing saat pasar bebas Asean betul-betul diberlakukan pada tahun 2015 mendatang. Sehingga peluang pasar terbesar di dalam pasar bebas Asean, yakni Indonesia, nantinya tidak hanya menjadi bulan-bulan produk impor dari negara lain.

Nah sekarang pertanyaannya, apa yang akan kita lakukan dalam menghadapi Pasar Bebas Asean 2015, yang seakan tidak lagi mengenal batas wilayah. Sudah siapkan menghadapi gempuran barang-barang dari negara lain. Sudah Siapkah Kita ?

Sumber : Majalah JEMBER KITA Edidi VIII 2014
No Response

Comments are closed.