Jember Kota Pandhalungan

Surat Untuk PKL Jember

408 views

FOTO_PKL_PASAR_TANJUNG_JEMBER  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali mengirimkan surat peringatan kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) di jalan Samanhudi, Untung Suropati, dan dr Wahidin Sudirohusodo, untuk segera meninggalkan kawasan tersebut, sebelum tenggat akhir tanggal 7 September mendatang.

“Kami sudah mengirimkan surat peringatan ketiga kemarin, beberapa diantaranya kami kirimkan hari ini. Kami berharap semua pedagang secara sukarela segera mendaftarkan diri dan pindah ke lokasi pasar yang telah disediakan,” kata Kepala Satpol PP M. Suryadi, kepada wartawan, Selasa (26/8).

Menurutnya surat peringatan ketiga ini merupakan bagian dari sosialisasi penertiban PKL yang ada di ketiga jalan, di sekitar areal pasar Tanjung itu. Hal ini juga untuk menegaskan bahwa lokasi yang dipergunakan PKL untuk berjualan itu tidak sesuai dengan peruntukkannya, baik sebagai jalan umum maupun trotoar bagi pejalan kaki.

Satpol PP sebagai bagian dari tim penataan dan penertiban PKL juga telah mengundang para PKL, sebagai langkah sosialisasi. “Kami juga telah memasang spanduk di ketiga jalan itu, bahwa para PKL harus segera meninggalkan kawasan itu, selambat-lambatnya tanggal 7 September,” tegasnya.

Suryadi mengatakan bahwa para PKL di ketiga jalan sekitar pasar Tanjung itu diharapkan untuk segera mendaftarkan diri di Posko penataan PKL yang ada di kantor Pasar Tanjung. Para PKL dapat menentukan pilihan lokasi pasar untuk berjualan sesuai dengan barang dagangannya.

Tim penataan PKL, telah menetapkan empat pasar di kawasan kota, sebagai pasar relokasi PKL sekitar pasar Tanjung. Keempat pasar itu, masing-masing pasar Gebang, pasar Bungur, pasar Tegal Besar, dan pasar Sukorejo. “Sekali lagi ini penataan PKL, bukan penggusuran. Pemerintah sudah menyiapkan lokasi pasar sebagai tempat berjualan yang baru bagi PKL,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Suryadi mengatakan bahwa pihaknya sangat berharap PKL sekitar pasar Tanjung mematuhi keputusan relokasi itu, selambat-lambatnya tanggal 7 September. “Apabila hingga tanggal 7 September belum berpindah, maka pada tanggal 8 September, kami akan membantu menertibkan dan memindahkan dagangan mereka ke lokasi relokasi,” tegasnya.

Tim penataan PKL, lanjut Suryadi, yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas PU Bina Marga, Dinas PU Cipta Karya, serta dibantu petugas Kepolisian Resor (Polres) Jember dan Komando Distrik Militer (Kodim) Jember, akan bersama-sama menertibkan kawasan sekitar pasar Tanjung itu. “Tim ini akan bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing,” katanya.

Secara terpisah, Kasubag humas Polres Jember Ajun Komisaris Polisi (AKP)Edi Sudarto mengatakan bahwa petugas kepolisian akan membantu Satpol PP dalam penertiban PKL di sekitar pasar Tanjung itu. “Polisi akan mem-back up Satpol PP ketika proses penertiban itu tidak berjalan mulus,” katanya.

Edi Sudarto mengatakan bahwa Polres Jember sifatnya hanya membantu Satpol PP, karena Satpol PP merupakan petugas terdepan dalam penertiban PKL itu. Rencananya, Polres Jember akan mengerahkan sekitar 150 personil polisi untuk membantu Satpol PP dalam proses penertiban PKL itu.

No Response

Comments are closed.