Tajemtra Bagian Budaya Jember, Bukan Hanya Ajang Olahraga

This slideshow requires JavaScript.

Gerak Jalan Tanggul Jember Tradisional atau Tajemtra telah menjadi bagian penting budaya warga Kabupaten Jember. Setiap tahun diselenggarakan, pesertanya selalu meningkatkan.

“Tajemtra ini ajang yang sudah menjadi bagian dari budaya Jember. Menjadi ajang persatuan dan ajang silaturahim, bukan hanya ajang olahraga saja,” ujar Bupati Faida, Sabtu (8/9/2018).

Kepada wartawan yang mewawancarai sebelum pemberangkatan, Bupati Faida berharap Tajemtra kali ini bisa lebih rapi dan lebih tertib. “Sehingga bisa menjadi teladan bagi event-event lainnya,” ujarnya.

Terkait peserta, Bupati Faida menyatakan rasa senangnya karena jumlahnya meningkatkan dari tahun sebelumnya. Jika tahun lalu mencapai lebih 7 ribu, kini mencapai lebih 8 ribu.

Jumlah peserta yang ikut pun akan semakin banyak, karena sudah terlihat jalanan yang menjadi rute Tajemtra dipenuhi peserta yang tidak memiliki nomor pendaftaran.

Bagi Bupati Faida, keikutsertaan peserta penggembira tersebut bagian dari antusiasme warga Jember mengikuti kegiatan yang digelar untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-73 ini.

Bupati Faida juga menjelaskan Tajemtra tahun ini menjadi Tajemtra yang inklusi karena diikuti oleh peserta dari difabel.

Apresiasi pun diberikan kepada para peserta dari difabel itu, karena telah menunjukkan kekurangan maupun kelemahan tidak menjadi penghambat untuk berprestasi dan mengikuti kegiatan-kegiatan.

Rasa bangga juga diberikan kepada para lansia yang terus bersemangat mengikuti Tajemtra. Seperti Pak Tukin yang telah berusia 105 tahun namun masih semangat ikut gerak jalan yang menempuh jarak 30 kilometer. (izza/mutia/*f2)

No Response

Leave a reply "Tajemtra Bagian Budaya Jember, Bukan Hanya Ajang Olahraga"