Jember Kota Pandhalungan

Taman Botani Sukorambi

No comment 541 views

Terletak di desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi sekitar 8 km ke arah barat laut dari kota Jember, merupakan daya tarik wisata buatan yang menarik seluas 7 hektar serta dikelilingi oleh areal persawahan dan kebun sayur. Memiliki fasilitas kolam renang berbagai ukuran (Anak-anak, dewasa dan kolam renang Muslimah), kolam ikan, kolam perahu/kano, kolam pancing, perpustakaan, pendopo, gazebo, Flying fox (atas dan bawah), kebun obat/tanaman herbal serta kebun buah durian dan buah naga. Taman Botani Sukorambi menawarkan suasana rekreasi yang lengkap bagi keluarga maupun pelajar untuk berwisata sekaligus belajar.

Bukan Sekadar Tempat Rekreasi, Tapi Juga Taman Pendidikan

Tak banyak orang yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam, apalagi ketika usia sudah tidak muda lagi. Namun tidak juga dengan Abdul Kahar Muzakkir, di usianya yang sudah cukup sepuh, mantan direktur PTP XXVII (sekarang PTPN X), itu masih berusaha membuat sesuatu yang bisa dinikmati orang lain, khususnya generasi penerus.

            Keinginannya untuk memiliki taman botani inipun berusaha diwujudkannya pada awal tahun 1990. Dengan berbekal tanah seluas 8 hektare, yang berada pada ketinggian 100 meter di atas permukaan laut, Pak Kahar, demikian biasa dipanggil, Kahar pun mulai mewujudkan impiannya membangun taman, yang didalamnya dilengkapi dengan bunga, kebun herbal, kolam ikan, burung-burung piaraan dan hewan ternak.

            Lahan dengan topografi datar dan kemiringan sudut antara 10-30 derajat serta suhu rata-rata bulanan terendah 19 derajat celcius, dan suhu bulanan rata-rata tertinggi 24 derajat celcius pada Oktober, sangat layak dan nyaman untuk tempat rekreasi. Ditambah sumber air yang sudah pernag diuji lewat laboratorium, Taman Botani, sangat cocok untuk Taman Pendidikan.

Untuk akses jalan menuju ke taman ini, terbilang sangat mudah. Dari kota Jember, atau jalan Gajah Mada, pengunjung bisa menuju lampu merah pasar Mangli, selanjutnya mengambil jalan arah ke utara/kanan bisa langsung menuju ke Taman Botani. Sedang jursan alternatif, bisa ditempuh lewat pasar Gebang ke arah barat sejauh 4 kilometer.

Taman Botani di bilangan Sukorambi, Jember yang dibuatnya, menurut Abdul Kahar Muzakkir, pada awalnya sebenarnya untuk mengisi hari-hari tuanya. Dia berkeinginan untuk memiliki sepetak tanah yang didalamnya ada sumber mata air. “Saya bercita-cita punya lahan yang ada sumber airnya, di mana saya bisa dolanan (bermain) bikin kolam ikan, dan bercocoktanam di hari tua,” kata petinggi salah satu perusahaan perkebunan negara ini.

Karena itu, pada tahun 1991, Kahar mulai menanam durian, awalnya di tanggul-tanggul sungai. Sungai kecil ini anak sungai Bedadung. Penyakit datang. Jeruk, pisang Ambon, terkena penyakit. “Salak Pondoh gagal karena herr (tuan) musang. Musang menggerogoti, sehingga tak bisa panen,” katanya.

Selah empat tahun kemudian, atau tepatnya tahun 2005, datanglah dua anak Kahar. Mereka menyarankan, agar taman sang ayah dibuka untuk umum. Mereka berharap ada sedikit uang pemasukan untuk merawat taman itu.

Kahar mulanya ragu atas insiatif puteranya itu. “Nanti Wawan akan kirimi orang untuk membangun dan mengarsiteki,” kata Gunawan, salah satu anaknya, saat itu. Arsitek itu dari Bandung.

Kahar pun kemudian menyetujui keinginan puteranya untuk membuka taman yang dibuat bagi umum. Namun dengan syarat taman itu dibuka untuk masyarakat kelas menengah ke bawah, dan tiket dipancang dengan harga murah. “Pada dasarnya, saya ingin membuat orang senang,” katanya.

Hingga pada akhirnya Kahar membangun kembali taman itu lebih baik dan menjadi taman hiburan. Ia ingin ini menjadikan tamannya menjadi taman hayati yang bervisi edukatif, bukan taman hiburan biasa..

Dari taman ini, ia berharap bisa membangun sebuah generasi masa mendatang yang lebih memahami alam. “Kalau anak-anak ini sejak dini diperkenalkan dengan lingkungan, barangkali kalau dewasa dia akan ingat terus, dan tak mudah mengizinkan terjadinya pembalakan,” jelas pria yang suka berpenampilan ala koboi ini.

Taman Botani, yang terletak di Desa/Kecamatan Sukorambi dan merupakan tempat wisata keluarga ini menjadi alternatif pilihan tempat bermain bagi anak-anak. Karena itu, tak heran, mereka yang menikmati keindahan dari Taman Botani, sebagai besar dari kalangan keluarga dan anak-anaknya.

Tman ini dilengkapi dengan fasilitas rekreatif, mulai kolam renang, tempat outbond, flying fox jungle, arena bermain, permainan air, gazebo, shelter, taman bacaan, area perkemahan, restoran, pemancingan. Ada juga beberapa jenis tanaman dan hewan yang diberi papan nama latin dan Indonesia. “Saya sering ditanyai pengunjung soal jenis-jenis tanaman. Apa mereka tahu pohon aren apa dan gunanya apa? Aren tumbuh di mana-mana, gara-gara herr musang Setiap pohon lalu saya beri nama latin sekaligus nama tanaman,” kata Kahar.

Tercatat di sini ada ratusan pohon naga, jambu, durian, manggis, pepaya, dan lain-lain. Ada 30 ekor burung berbagai jenis, 25 ekor kuda, kalkun, landak, kelinci, dan sebagainya.

Taman Botani menjadi salah satu tipikal taman wisata yang digarap baik oleh perorangan. “Kalau pas hari libur, pengunjung bisa ramai. Pernah ada pengunjung mencapai 6.300 orang dalam satu hari,” terang Kahar.

“Saya ingin membuat peternakan kalkun. Kalkun di Amerika untuk perayaan Thanksgiving. Dagingnya berkolesterol rendah. Di atas juga ada kurungan untuk rusa. Saya sudah ada pembicaraan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Politeknik Negeri Jember,”tambahnya.(Indra).

No Response

Leave a reply "Taman Botani Sukorambi"