Jember Kota Pandhalungan

Tengah Malam, Bupati Faida Takziah ke Ponpes Darus Sholihin

Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR., menyampaikan rasa bela sungkawa yang dalam atas meninggalnya tokoh agama Puger, yang juga pengasuh Ponpes Darus Sholihin, Habib Ali bin Umar Al-Habsyi atau Habib Ali Al-Habsyi, atau masyarakat Puger biasa memanggil Ustad Ali. Pernyataan bela sungkawa tersebut disampaikan secara langsung kepada Istri almarhum dan putra serta keluarga besar ponpes Darus Sholihin tadi malam, Sabtu (2/7/2016).

Kehadiran Bupati Faida tengah malam tersebut cukup mengejutkan keluarga besar pondok, karena banyak yang sudah istirahat terlelap setelah menjalani prosesi pemakaman Ustad Ali hingga berdoa bersama seharian penuh. “Karena kesibukan beliau, sehingga tengah malam baru bisa hadir langsung kesini, tapi tadi Bapak Wabup beserta istri dan Bapak Sekda, sudah hadir terlebih dahulu,” terang Habib Isa Al-Habsyi, salah satu putra almarhum.

Isa yang saat ini juga menjabat sebagai wakil rakyat di kabupaten Jember tersebut dengan tabah mendampingi Uminya yang menangis tersedu menerima kedatangan dan mendengarkan ucapan bela sungkawa Bupati Faida secara langsung. Nampak sekali kesedihan yang mendalam dirasakan keluarga almarhum.

“Umi harus tabah ya..Umi kuat kok, ada anak-anak yang masih menemani Umi, ikhlaskan Abah pergi ke surga,” ujar Bupati Faida lirih, menenangkan istri Ustad Ali sambil memeluk erat.

Suasana haru memang sangat terlihat sekali, bagaimana tidak tokoh agama yang masih memimpin langsung pkndoknya meski usia sudah menginjak 74 tahun. Banyak kesan yang tertoreh pada seluruh anggota keluarga akan kebaikan, ketegaran Ustad Ali semasa hidupnya.

Bahkan menurut Isa, pada masa kritis almarhum ketika dirawat di RS Bina Sehat Jember selama 11 hari, almarhum masih sering menanyakan kondisi pondok, anak dan keluarga. “Banyak sekali yang diperhatikan beliau, saya saja ditanya berapakali, apakah saya punya problem atau tidak, padahal saya baik-baik saja, belum lagi kondisi pondok dan santri, juga tak luput dari perhatian, meskipum kondisi semakin lemah di rumah sakit,” terang Isa.

Isa mengaku kehilangan sosok yang perkasa dan penyabar. “Beliau sangat perhatian dan penyabar, juga sangat kuat menghadapi segala ujian hidup, sabar menerima fitnah dan masih banyak lagi kelebihan beliau, susah menggambarkan betapa beliau, abah yang luar biasa,” imbuhnya disambut anggukan pembenar dari Umi.

Ustad Ali selaku pengasuh pondok, dikenal gigih melakukan syiar agama sejak tahun 1984 di wilayah Balung dan Puger. Hingga usia kepala 7, tepatnya di usia 74 tahun ini, masih tetap tegar dan gigih melakukan syiar agama melalui berbagai pengajian dan mendatangkan tokoh agama nasional.

Ustad Ali menurut diagnosa dokter, mengidap penyakit paru akut. Selama beberapa bulan ini sering mengalami penurunan kondisi tubuh karena penyakitnya. Beberapa kali menjalani perawatan dan rawat jalan. Untuk terakhir kalinya, almarhum menjalani rawat inap selama 11 hari.

“Kondisinya tidak stabil, naik turun, kadang kami keluarga merasa senang karena kondisi abah membaik, tapi kadang tiba-tiba drop, dan akhirnya dipanggil Allah,” imbuh Isa.

Sementar istri Ustad Ali mengaku sudah mengetahui adanya petunjuk suami tercintanya bakal dipanggil sang Kholik. Beberapakali menjelang ajal, Ustad Ali bercerita kepadanya bahwa habia bertemu dengan beberapa sahabat Rosul, trus kemudian bertemu dengan Putri Rosul bersama keluarga. “Dan pernah tiba-tiba menjawab salam, sambil bercerita ada tamu,” tuturnya.

Ini sebagai tanda bahwa Ustad Ali berkomunikasi dengan sosok lain di alam sana. Hingga pada hari terakhir kemarin, kondisinya semakin memburuk dan sudah tidak menerima respon dari keluarga yang menjaganya.

Prosesi pemakaman berlangsung tanpa ditunda, kemarin, Sabtu, langsung dilakukan prosesi pemakaman. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan jamaah yang setia mengantarkan ke liang lahat. (**)

No Response

Leave a reply "Tengah Malam, Bupati Faida Takziah ke Ponpes Darus Sholihin"